Akurat
Pemprov Sumsel

Sebelum Menonton, Simak Pesan Hanung Bramantyo Tentang Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa

Rahmat Ghafur | 22 Mei 2024, 22:06 WIB
Sebelum Menonton, Simak Pesan Hanung Bramantyo Tentang Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa

 

AKURAT.CO Film "Tuhan Izinkan Aku Berdosa" yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo telah resmi tayang di bioskop pada Rabu (22/5/2024).

Film ini diadaptasi dari sebuah novel yang berjudul "Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur" karya Muhidin M. Sebelum menonton film ini, Hanung Bramantyo beri pesan serta tips yang harus diketahui oleh para penonton.

Pasalnya, film ini mengangkat kisah yang kontroversial sehingga Hanung Bramantyo mengantisipasi hal yang akan mengganggu bagi penonton yang akan menyaksikan film Tuhan Izinkan Aku Berdoa.

Mengutip dari Instagram rumah produksi MVP Picture, berikut pesan dan tips yang dibagikan oleh Hanung Bramantyo tentang film Tuhan Izinkan Aku Berdosa.

Baca Juga: Berperan Sebagai Kiran di Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa, Aghniny Haque Dituntut Bisa Mengaji

1. mempertebal keimanan

Hanung Bramantyo menyarankan agar seseorang yang menonton film Tuhan Izinkan Aku Berdosa memiliki iman yang tebal.Pasalnya, film ini menyajikan sebuah kisah nyata yang bisa saja mengganggu pemikiran seseorang ketika menontonnya.

Dengan demikian, film ini cukup dijadikan sebuah pembelajaran untuk kehidupan seseorang ke depannya.

"Yang kadang-kadang di tengah jalan kita mengalami keraguan, mengalami pertanyaan-pertanyaan karena kita dihadapkan pada kenyataan-kenyataan yang berbeda dari apa yang tertuliskan di dalam kitab-kitab suci. Kita sudah percaya pada kitab-kitab suci kita, pada kenyataannya banyak sekali orang-orang munafik berkeliaran. Orang-orang yang menyandang gelar kebenaran di dalam cara berpakaiannya dia, cara ngomongnya dia," kata Hanung Bramantyo.

2. Jangan nonton sendirian

Tak hanya itu, Hanung Bramantyo juga mengatakan bahwa film ini tidak disarankan untuk ditonton secara sendiri.

Film ini akan menceritakan mengenai kehidupan seorang wanita yang harus berubah karena suatu hal. Dengan begitu, akan ada banyak pertanyaan sehingga perlu teman untuk mendiskusikannya.

"Nonton ini ramai-ramai sama yang lebih tua, kalau perlu sama orang tua boleh, sama kakak. Pada saat terjadi pertanyaan, muncul pertanyaan, bisa bertanya pada kakak, atau teman dan jadi bahan diskusi," pesan dari Hanung Bramantyo.

3. Jangan dalam keadaan putus sama pacar ataupun galau

Film ini tidak direkomendasikan bagi Anda yang sedang dalam kondisi emosional rapuh, seperti galau atau putus cinta.

Hal ini dikarenakan film ini mengangkat tema-tema yang kompleks dan memicu perenungan, yang berpotensi memperburuk kondisi emosional Anda.

Lebih baik menonton film ini bersama orang lain agar Anda dapat berdiskusi dan saling berbagi interpretasi tentang berbagai makna yang terkandung dalam film.

4. Siapkan tisu

"Tuhan Izinkan Aku Berdosa" bukan hanya film yang menggugah pikiran, tapi juga siap menguras air mata penonton.

Perjalanan hidup Nidah Kirani yang diperankan oleh Aghniny Haque, penuh dengan lika-liku dan perjuangan.

Kisah pilunya mungkin akan membuat Anda merasa kasihan, atau bahkan mengingatkan Anda pada masa lalu atau situasi yang sedang Anda alami saat ini.

"Ada satu hal yang lain alternatif ini yang jadi bahan diskusi. Kalian jangan lupa siapkan tisu," lanjutnya.

5. Film ini Kenyataan yang diciptakan

Terakhir, Hanung berpesan bahwa film ini hanya menjadi sebuah rangsangan bagi seseorang agar tidak merasa deadlock (putus asa).

"Ingat film ini adalah sebuah kenyataan yang diciptakan. Jadi bukan kenyataan yang sebenarnya. Kenyataan sebenarnya ada di pikiran teman-teman sendiri. Film ini hanya sekadar memberikan rangsangan agar teman-teman tidak deadlock," tuturnya.

Baca Juga: Pernah Jadi Atlet Taekwondo, Ini Profil Aghniny Haque yang Dipilih Menjadi Pemeran Utama Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D