Akurat
Pemprov Sumsel

Sinopsis Film Petak Umpet, Horor Indonesia Diadaptasi dari Kisah Nyata Tentang Penculikan Anak Oleh Wewe Gombel!

Iim Halimatus Sadiyah | 6 November 2024, 00:01 WIB
Sinopsis Film Petak Umpet, Horor Indonesia Diadaptasi dari Kisah Nyata Tentang Penculikan Anak Oleh Wewe Gombel!

AKURAT.CO Film Petak Umpet merupakan horor Indonesia terbaru yang direncanakan meramaikan bioskop di bulan November ini.

Film Petak Umpet diadaptasi dari kisah nyata yang pernah viral di YouTube dengan judul Diculik Wewe Gombel, sehingga banyak para penonton yang memintanya untuk dijadikan film layar lebar.

Paw Pictures bersama Pichouse Films mempercayakan Rizal Mantovani untuk menyutradarai film Petak Umpet dan pastinya digarap semirip mungkin dengan cerita aslinyaa.

Mengikuti cerita aslinya yang sempat heboh, film Petak Umpet mengisahkan tentang seorang anak yang menghilang setelah diculik oleh Wewe Gombel saat bermain petak umpet.

Baca Juga: Spoiler Alert! Intip Sinopsis dan Jadwal Tayang Squid Game 2

Bagi pecinta film horor, pastinya perlu tahu bahwa film Petak Umpet dijadwalkan tayang perdana di bioskop Indonesia pada 21 November 2024. 

Mengutip berbagai sumber, Rabu (6/11/2024), berikut ini sinopsis film Petak Umpet yang wajib kamu saksikan bersama teman ataupun keluarga.

Sinopsis Film Petak Umpet

Film Petak Umpet akan menceritakan tentang Rahman, seorang anak yang disuruh oleh ibunya untuk menemani adiknya, Sari, saat bermain bersama teman-temannya.

Namun, Rahman merasa keberatan untuk menemani adiknya tersebut, sehingga dia menyuruh Sari bermain petak umpet dengan teman-temannya.

Baca Juga: Sinopsis Film Small Things Like These, Diperankan Cillian Murphy Jadi Pedagang Batu Bara yang Mengungkap Rahasia Besar Gereja Katolik!

Sementara Rahman akan menunggunya sambil bermain game online di ponselnya dan dia tidak perlu menjaga adiknya terus menerus.

Puncak konflik dalam film Petak Umpet terjadi saat Sari tak kunjung ditemukan dalam permainan petak umpet.

Teman-temannya juga mengatakan bahwa Sari terakhir terlihat bersembunyi di sebuah rumah tua yang sudah lama kosong.

Setelah dicari di beberapa tempat, termasuk rumah tua tersebut, tetap saja sosok Sari tidak dapat ditemukan

Sebuah rumor yang beredar menyebutkan bahwa Sari telah diculik oleh sosok urban legend yang dikenal suka menculik anak-anak, yaitu Wewe Gombel.

Rahman yang mulai panik, akhirnya mencari tahu tentang sosok Wewe Gombel dan menemukan bahwa makhluk ini memang suka menculik anak-anak.

Bukan anak-anak biasa, namun Wewe Gombel akan menculik anak yang merasa diabaikan atau kurang mendapatkan perhatian dari keluarganya.

Awalnya, Rahman tidak percaya dengan rumor tentang Wewe Gombel. Namun hilangnya Sari yang tidak ditemukan, telah memicu berbagai kejadian teror mistis di sekitarnya.

Baca Juga: Sinopsis Black Water, Film Petualangan 5 Sahabat Menghadapi Banjir dan Predator Mematikan

Hilangnya Sari membuat ibunya, Masayu, sangat terpukul. Sepanjang malam, Masayu terus menangisi kepergian putrinya.

Merasa bersalah atas hilangnya sang adik, Rahman memutuskan untuk memasuki rumah tua tempat Sari terakhir kali terlihat, bersama dua sahabatnya, Rinto dan Shila.

Rumah tua itu memang sudah lama dikenal angker. Dulu, tempat itu pernah dihuni oleh seorang perempuan yang mengerikan dan kejam.

Perempuan itu disebut tega menghabisi anak-anaknya sendiri setelah mengetahui perselingkuhan suaminya.

Rahman dan teman-temannya memasuki rumah angker tersebut. Namun baru melangkah masuk, pintu rumah tiba-tiba tertutup dan terkunci dengan sendirinya.

Sekarang, mereka yang datang untuk menyelamatkan Sari justru menjadi orang yang membutuhkan penyelamatan.

Apakah Rahman dan teman-temannya akan selamat dengan menemukan Sari?

Jangan lupa untuk saksikan film Petak Umpet yang unik dan menegangkan, karena mengangkat kisah nyata yang akrab di masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.