Sinopsis Film Puang Bos Tayang 14 November 2024, Kisah Pewaris Usaha Kapal Pinisi dengan Mengangkat Budaya Bulukumba!

AKURAT.CO Film Puang Bos direncanakan segera hadir menghibur penonton Indonesia dengan cerita yang menarik, pada 14 November 2024 di seluruh bioskop Indonesia.
Film Puang Bos memiliki cerita yangmengangkat budaya dan konflik dalam industri pembuatan kapal pinisi di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Selain menyuguhkan kisah romansa, film Puang Bos akan menyampaikan pesan penting tentang keberlanjutan industri tradisional, terutama dalam pembuatan kapal Pinisi yang legendaris.
Film yang tayang perdana pada 14 November ini dibintangi oleh Michelle Ziudith, Ibrahim Risyad, dan beberapa aktor berbakat lainnya.
Baca Juga: Sinopsis The Expendables 3, Barney Ross Kembali dengan Tim Baru untuk Hadapi Musuh Lama
Kapal Pinisi sendiri merupakan salah satu simbol budaya Sulawesi, yang menjadi daya tarik utama dalam film Puang Bos.
Mengutip berbagai sumber, Selasa (12/11/2024), berikut ini sinopsis film Puang Bos yang wajib kamu saksikan di bioskop pada 14 November 2024.
Sinopsis Film Puang Bos
Kisah dalam film Puang Bos ini berpusat pada Puang Sinar, yang berharap putranya, Dewa Rucci, dapat meneruskan usaha keluarga mereka dalam pembuatan kapal Pinisi.
Dewa Rucci adalah satu-satunya pewaris keluarga. Namun bukannya memenuhi harapan ayahnya, Dewa Rucci justru lebih memilih menikmati masa mudanya sebagai anak motor bersama teman-temannya.
Baca Juga: Sinopsis Film Animasi Flow, Petualangan Kucing Hitam untuk Bertahan Hidup dari Bencana Banjir!
Selain menghadapi masalah pewaris usaha, Puang Sinar juga dihadapkan pada krisis bahan baku kayu na’nasa yang diperlukan untuk pembuatan kapal pinisi.
Di sisi lain, Pertiwi, pemilik lahan kayu na’nasa terbesar di Bulukumba, justru harus bertemu kembali dengan kekasih lamanya, yang ternyata pria itu adalah Dewa Rucci.
Hubungan Pertiwi dan kekasih lamanya memiliki kisah cinta yang belum usai, sehingga pertemuan mereka sangat tidak terduga.
Keduanya menjadi tokoh penting dalam upaya melestarikan Bulukumba sebagai pusat produksi kapal pesiar.
Puang Sinar akhirnya mendapat dukungan dari Yudis dan Puang Hari, yang berusaha mencari cara agar bisnis pembuatan kapal ini tetap berjalan lancar.
Dewa dan Pertiwi bersama-sama menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan Bulukumba sebagai pusat produksi kapal pesiar.
Salah satu daya tarik utama film Puang Bos adalah proses pengambilan gambar yang dilakukan langsung di Bulukumba, lokasi yang lekat dengan tradisi pembuatan kapal Pinisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk






