Bikin Kecewa, Adegan Episode Terakhir Drakor When The Phone Rings Tuai Kontroversi Diduga Bahas Konflik Palestina dan Israel!

AKURAT.CO Belakangan ini, episode terakhir drama Korea (drakor) When The Phone Rings telah menuai kontroversi karena dianggap tidak pantas untuk ditayangkan.
Bukannya mendapat sambutan hangat, salah satu adegan dalam drakor When The Phone Rings mendapat kecaman yang berujung pada seruan boikot terhadap drama tersebut, bahkan terhadap para aktor yang terlibat.
Dikutip dari Koreaboo pada Minggu (5/1/2025), adegan pada episode terakhir drakor When The Phone Rings, memperlihatkan karakter Na Yu Ri, diperankan oleh Jang Gyu Ri, menyampaikan informasi tentang negara fiktif Paltima yang melancarkan serangan udara ke negara fiktif Izmael.
Adegan itu juga menyebut adanya warga Korea yang menjadi sandera dalam insiden tersebut. Meskipun nama negara dalam cerita tersebut bersifat fiktif, namun banyak penonton yang langsung mengaitkan nama-nama Paltima dan Izmael dengan Palestina dan Israel.
Baca Juga: Berapa Total Episode When The Phone Rings? Ini Tanggal Terakhir Tayangnya!
Hal ini memicu kemarahan karena narasi yang disajikan dianggap bertentangan dengan fakta yang sudah diketahui oleh masyarakat dunia.
Banyak penonton yang merasa kecewa dengan adegan episode terakhir drakor When The Phone Rings, karena mengaitkannya dengan konflik Palestina dan Israel.
Perlu diingat, bahwa sudah lebih dari setahun, Jalur Gaza di Palestina terus mengalami serangan dari Israel, termasuk tindakan yang dianggap sebagai kejahatan kemanusiaan, seperti pembatasan bantuan secara sengaja.
Tak heran jika ada kontroversi adegan dalam When The Phone Rings yang memicu reaksi keras dari penonton internasional, termasuk dari Indonesia, yang mengunggah potongan adegan tersebut di media sosial.
Baca Juga: Bocoran Ending When The Phone Rings, Apa yang Terjadi di Episode Terakhir?
Kritik tersebut dilayangkan kepada MBC, penulis naskah Kim Ji Woon, sutradara Park Sang Woo, serta para produser.
Di sisi lain, penggemar khawatir para pemeran akan menjadi sasaran ujaran kebencian akibat kontroversi ini.
Padahal, drakor ini sebelumnya menerima banyak pujian karena memiliki alur ceritanya yang menarik sepanjang episode 1 hingga 11.
Namun ternyata, penonton justru dibuat terkejut dan kecewa dengan adegan di episode terakhir yang membuat rating drakor tersebut turun.
Pada menit 01:01:15 hingga 01:01:39, episode terakhir When The Phone Rings menampilkan adegan berita sela yang dibawakan oleh seorang pembawa berita.
Dalam adegan itu, disebutkan ada serangan udara yang dilakukan Paltima terhadap Izmael, yang memicu kontroversi di kalangan penonton.
Berita tersebut berbunyi, “Berita sela. Serangan udara Paltima berlangsung di Izmael, di mana warga negara Korea diculik oleh militer bersenjata. Sebagai tanggapan, pemerintah mendirikan Markas Besar Perlindungan di Kementerian Luar Negeri dan mengirim negosiator Paik Yu-Yeon. Pemerintah akan mengutamakan keselamatan para sandera dan melakukan segala upaya diplomatik untuk menyelamatkan mereka semua. Wartawan Lee melaporkan.”
Maka dari itu, saat ini drakor When The Phone Rings menjadi sorotan publik dan berharap bahwa adegan dalam episode tersebut dapat dihapus.
"Dan kdrama ini tidak bisa lebih buruk lagi, mereka harus secara terang-terangan BERBOHONG tentang apa yang sebenarnya terjadi di sana. bebaskan palestina, kalian orang-orang aneh," tulis salah satu netizen.
"Hanya orang-orang bodoh yang tidak tahu apa-apa (lihat nama-nama di bawah) yang akan memasukkan sesuatu yang mereka tidak tahu untuk menjilat zionis - dan itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan drama tersebut. Drama yang mengecewakan dengan agenda memalukan ini.#WhenThePhoneRingsEp12 #WhenThePhoneRings," cuit warganet lainnya di X.
Itulah beberapa kritik pedas dari warganet yang merasa kecewa dengan hadirnya episode terakhir dalam drakor When The Phone Rings justru mengangkat konflik Palestina dan Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









