Akurat
Pemprov Sumsel

Sinopsis Spring of Youth, Drama Korea Terbaru yang Dibintangi Ha Yoo Joon dan Park Ji Hu

Rahmat Ghafur | 7 Mei 2025, 21:45 WIB
Sinopsis Spring of Youth, Drama Korea Terbaru yang Dibintangi Ha Yoo Joon dan Park Ji Hu

AKURAT.CO Drama Korea terbaru berjudul Spring of Youth akhirnya resmi tayang perdana pada Selasa, 6 Mei 2024.

Tak butuh waktu lama, episode pertamanya langsung menjadi perbincangan hangat di jagat maya.

Meski baru memasuki awal penayangan, Spring of Youth telah sukses memikat banyak penonton berkat narasinya yang segar, karakter yang berlapis, dan atmosfer emosional yang menggugah.

Baca Juga: Sinopsis Drakor The Haunted Palace: Genre Romance, Komedi, dan Sejarah yang Dibintangi oleh Yook Sung Jae

Tak hanya itu, drama ini juga dengan cepat merangsek ke deretan trending topic, bukan semata karena kehadiran bintang muda seperti Ha Yoo Joon dan Park Ji Hu, melainkan karena ia membawa sesuatu yang lebih mendalam.

Penasaran dengan ceritanya? simak sinopsis lengkapnya di bawah ini dan temukan alasan mengapa Spring of Youth layak masuk daftar tontonanmu di tengah maraknya drama-drama baru lainnya.

Sinopsis Spring of Youth

Spring of Youth bukan sekadar kisah tentang bintang yang jatuh, tapi tentang bagaimana seseorang memunguti pecahan mimpinya dan menciptakan melodi baru dari reruntuhan masa lalu.

Sa Gye (Ha Yoo Joon), dulunya berdiri di atas panggung sebagai ikon K-Pop dengan gitar di tangan dan sorotan lampu di wajah.

Tapi semuanya runtuh dalam sekejap, karier yang dibangun dengan darah dan nada hancur karena satu skandal.

Tanpa pentas, tanpa penggemar, ia mendadak menjadi mahasiswa biasa di Universitas Hanju, tempat di mana tak ada yang peduli berapa banyak followers-mu, tapi seberapa kuat kamu bertahan.

Di tengah kebingungan dan rasa asing, Sa Gye bertemu Kim Bom (Park Ji Hu), gadis penuh luka yang menyimpan melodi dalam senyap.

Ia pernah menatap langit Ivy League, tapi setelah kepergian ibunya, impiannya jatuh seperti daun musim gugur.

Kini, ia menyalurkan mimpinya lewat denting keyboard dan suara yang bisa menghentikan waktu.

Keduanya terseret dalam sebuah proyek band kampus bersama Seo Tae Yang, si anak emas dari keluarga dokter yang bermain gitar seperti menyembuhkan luka—dingin, presisi, dan penuh intensi.

Rivalitas di antara mereka bukan cuma soal nada, tapi juga tentang siapa yang berani mencintai lebih jujur.

Di balik suara-suara yang tercipta di ruang latihan kecil itu, terbentuklah kisah tentang masa muda yang mentah namun jujur.

Tentang bagaimana musik menjadi perahu untuk mereka yang tenggelam dalam kehilangan, cinta pertama, dan pencarian jati diri.

Spring of Youth adalah simfoni kehidupan yang merayakan kekacauan usia dua puluhan di mana tiap nada, lirik, dan diam punya arti yang dalam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D