Akurat
Pemprov Sumsel

Sinopsis Film Pabrik Gula Bergenre Horor yang Resmi Tayang di Netflix, Klik Ini Link Nontonnya!

Shalli Syartiqa | 8 Agustus 2025, 22:56 WIB
Sinopsis Film Pabrik Gula Bergenre Horor yang Resmi Tayang di Netflix, Klik Ini Link Nontonnya!

AKURAT.CO Film horor supranatural Indonesia berjudul Pabrik Gula resmi tayang perdana di Netflix pada 7 Agustus 2025​.

Film Pabrik Gula ini disutradarai oleh Awi Suryadi dan diproduksi oleh MD Pictures.

Cerita film Pabrik Gula diadaptasi dari kisah viral karya SimpleMan dengan judul yang sama. Berikut sinopsis Pabrik Gula yang resmi tayang di Netflix.

Sinopsis Film Pabrik Gula

Pabrik Gula mengisahkan tentang sekelompok pekerja musiman yang datang ke sebuah pabrik gula tua di pedesaan untuk bekerja selama musim panen tebu.

Awalnya, semua berjalan normal hingga suatu malam, salah satu buruh bernama Endah (diperankan oleh Ersya Aurelia) terbangun dan membuntuti sosok misterius keluar dari mes tempat ia menginap.

Sejak kejadian tersebut, para buruh mulai mengalami teror yang semakin intens, mulai dari kecelakaan kerja hingga kematian seorang buruh secara mengenaskan di sumur belakang pabrik.

Kemudian terungkap bahwa pabrik tersebut berbatasan dengan kerajaan demit, dan sesuatu telah membuat para demit marah, menuntut nyawa para buruh.

Film ini juga menceritakan bahwa pabrik tersebut dulunya membuat perjanjian dengan sosok gaib bernama Maharatu, pemimpin kerajaan tak kasatmata.

Namun, kekuatan gaib itu tiba-tiba murka, dan para buruh harus menghadapi teror yang mengancam nyawa mereka.

Pemeran Utama Film Pabrik Gula

Film Pabrik Gula dibintangi oleh beberapa aktor dan aktris terkemuka.

Arbani Yasiz: Sebagai Fadhil.

Ersya Aurelia: Sebagai Endah.

Erika Carlina: Sebagai Naning.

Bukie B. Mansyur: Sebagai Hendra.

Wavi Zihan: Sebagai Wati.

Arif Alfiansyah: Sebagai Dwi.

Benidictus Siregar: Sebagai Franky / Mulyono.

Link Nonton Film Pabrik Gula

Link nonton

Film ini memiliki durasi 133 menit. Pada 7 Januari 2025, poster film Pabrik Gula sempat menuai kontroversi karena menampilkan wanita berpakaian minim yang duduk di atas seorang pria dan dikelilingi banyak bayangan hitam.

Poster tersebut bahkan menerima kritik dari Lembaga Sensor Film (LSF) yang menyarankan revisi.

Film ini berhasil mengumpulkan 500 ribu penonton hanya dalam dua hari penayangan perdananya.

Film ini digambarkan sebagai pengalaman mendalam tentang konflik antara dunia nyata dan dunia gaib.

Para kritikus memuji film ini karena berhasil menciptakan suasana tegang yang konsisten tanpa terlalu mengandalkan jump scare murahan, serta menawarkan kedalaman cerita yang jarang ditemukan pada film horor lain.

Film ini juga membahas tema-tema seperti keserakahan manusia, dosa masa lalu, dan harga pengkhianatan.

 

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.