Akurat
Pemprov Sumsel

Siapa Sutradara Film Animasi Merah Putih One For All? Intip Profil dan Jejak Karirnya!

Shalli Syartiqa | 11 Agustus 2025, 12:59 WIB
Siapa Sutradara Film Animasi Merah Putih One For All? Intip Profil dan Jejak Karirnya!

 

AKURAT.CO Film animasi Merah Putih: One For All dijadwalkan tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025 sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI.

Merah Putih: One For All ini telah memicu pro dan kontra, terutama terkait kualitas animasinya, setelah trailer-nya dirilis pada 8 Agustus.

Sehubungan dengan itu, siapa sutradara film animasi Merah Putih: One For All? Simak profil dan karirnya.

Sutradara dan Tim Produksi Film Animasi Merah Putih: One For All

Film Merah Putih: One For All diproduksi oleh Perfiki Kreasindo. Sutradara untuk film ini adalah Endiarto dan Bintang Takari​.

Bintang Takari juga berperan sebagai animator dan turut menulis naskah film bersama Endiarto.

Endiarto juga menjabat sebagai produser eksekutif dan merupakan penggagas utama proyek ini.

Informasi mengenai kedua sutradara, Endiarto dan Bintang Takari, masih sangat terbatas di internet dan media sosial.

Akun Instagram Bintang Takari bahkan hampir tidak ditemukan dan akun yang diduga miliknya memiliki nol unggahan, nol diikuti, serta dua pengikut.

Selain itu, Perfiki Kreasindo sebagai rumah produksi juga minim informasi.

Akun Instagram mereka (@perfiki.tv) belum memproduksi film apapun dan hanya terlihat menyelenggarakan acara Pemilihan Putri Asuransi Indonesia.

Jumlah pengikut yang tidak banyak juga mengindikasikan bahwa Perfiki Kreasindo bukan perusahaan film besar.

Halaman resmi perusahaan, perfiki.com, juga tidak dapat diakses dan menampilkan pesan "403 Forbidden".

Peran Toto Soegriwo dalam Film

Toto Soegriwo adalah produser eksekutif yang memimpin pembuatan film animasi Merah Putih: One For All.

Ia diketahui telah memproduseri beberapa film Indonesia sebelumnya, termasuk "Basement Jangan Turun ke Bawah", "Lantai 4", dan "Ramadhan Pertama Tanpa Ayah".

Toto Soegriwo juga pernah bekerja sama dengan aktor dan aktris ternama seperti Yuki Kato dan Paramitha Rusady.

Meskipun demikian, informasi pribadi dan jejak karier Toto Soegriwo di industri perfilman masih terbatas.

Melalui akun Instagram-nya, Toto Soegriwo mengungkapkan keinginannya untuk menghadirkan tayangan berkualitas bagi generasi muda Indonesia melalui film animasi ini.

Ia berharap Merah Putih: One For All tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi karakter dan cinta Tanah Air.

Film berdurasi 70 menit ini dilaporkan menghabiskan biaya produksi sebesar Rp 6,7 miliar.

Namun, sutradara Hanung Bramantyo berpendapat bahwa anggaran Rp6 miliar hanya cukup untuk tahap previsualization (previs), bukan untuk film yang akan ditayangkan.

Ia menyebut bahwa jika ditayangkan dengan bujet tersebut, penonton kemungkinan akan resisten.

Jejak Karier Toto Soegriwo

Toto Soegriwo adalah lulusan SMAN 1 Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah.

Kariernya di industri perfilman nasional dimulai ketika ia bekerja di rumah produksi PT. Djohar Mandiri Jaya. Ia juga pernah menjadi anggota Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).

Selain perfilman, Toto Soegriwo sempat menjajaki industri media dengan bekerja di Radio S1079FM.

Ia juga pernah menjadi Sekretaris Redaksi Majalah DeFilm, sebuah media yang mengulas berbagai isu terkait perfilman nasional.

Perjalanannya di sektor produksi semakin berkembang ketika Toto menjabat sebagai Creative Director di PT. Foromoko Matoa Indah Film.

Ia juga pernah menjadi anggota Badan Pertimbangan Perfilman Nasional, sebuah forum yang berperan dalam arah kebijakan perfilman Indonesia.

Toto turut berkontribusi di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (PPHUI), sebuah lembaga yang menjadi pusat aktivitas dan pelestarian sejarah perfilman Indonesia.

Akun resmi Instagram @merahputihoneforall bahkan mencantumkan alamat rumah produksi yang sama dengan alamat Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail.

Saat ini, Toto Soegriwo tercatat sebagai Sekretaris Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) dan menjabat sebagai agregator dan kurator di Lokalfilm.id.

Kontroversi dan Harapan Film Animasi Merah Putih: One For All

Film Merah Putih: One For All mengisahkan petualangan delapan anak dari berbagai latar budaya yang tergabung dalam Tim Merah Putih.

Mereka bersatu untuk mencari bendera pusaka yang hilang secara misterius tiga hari sebelum upacara kemerdekaan 17 Agustus.

Film ini membawa misi mulia untuk menyebarkan semangat persatuan.

Pada Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2025, harga tiket film ini bahkan ditawarkan dengan harga spesial, yaitu Rp17.000.

Namun, kualitas visual animasi yang dianggap kaku dan terburu-buru menjadi sorotan utama sejak trailer resminya dirilis.

Publik membandingkan film ini dengan film animasi "Jumbo" yang sebelumnya berhasil menetapkan standar baru bagi industri animasi lokal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.