Bunga Penutup Abad, Perayaan Satu Abad Pramoedya Ananta Toer dengan Sentuhan Baru dan Lebih Segar

AKURAT.CO, Yayasan nirlaba Titimangsa kembali menghadirkan pertunjukan teater yang dinanti-nanti, Bunga Penutup Abad. Pementasan kali ini akan digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada 29-31 Agustus 2025.
Sebagai sebuah adaptasi dari novel legendaris Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, teater Bunga Penutup Abad disutradarai kembali oleh Wawan Sofwan.
Baca Juga: Pementasan Bunga Penutup Abad Kembali Digelar, Perayaan Seabad Pramoedya Ananta Toer
Wawan pun mengungkapkan salah satu yang membuatnya fokus adalah bagaimana memperkuat struktur dramatisnya yang bisa ditangkap oleh generasi muda saat ini.
"Saya mau memperkuat struktur dramatiknya, terutama perkembangan psikologis tokoh Annelies," ungkap Wawan dalam keterangan resminya, Sabtu (28/8/2025).
"Dengan adanya pembaruan pada naskah, penikmat teater atau pembaca Pram yang sudah menonton pementasan beberapa tahun lalu akan tetap menikmati pementasan kali ini," tambah Wawan.
Salah satu yang baru dalam pementasan ini dan berbeda dengan 9 tahun lalu yakni adanya panggung putar yang semakin memudahkan untuk perpindahan alur cerita.
"Konsep ini sangat membantu dalam hal mempercepat perpindahan adegan," kata Wawan.
Teater ini merupakan adaptasi dari novel legendaris Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.
Teater Bunga Penutup Abad disutradarai kembali oleh Wawan Sofwan.
Ketika diminta kembali menyutradarai, dirinya melihat urgensi untuk memperbarui naskah. Hal ini bertujuan agar cerita tetap relevan, terutama bagi generasi muda saat ini.
"Saya mau memperkuat struktur dramatiknya, terutama perkembangan psikologis tokoh Annelies," ungkap Wawan dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Besarnya Minat Masyarakat, Teater Bunga Penutup Abad Kembali Digelar
Meskipun ada pembaruan, dia memastikan nilai-nilai semangat perjuangan khas karya Pramoedya Ananta Toer tetap dipertahankan.
"Dengan adanya pembaruan pada naskah, penikmat teater atau pembaca Pram yang sudah menonton pementasan beberapa tahun lalu akan tetap menikmati pementasan kali ini," jelas Wawan.
Salah satu daya tarik utama pementasan Bunga Penutup Abad 2025 adalah penggunaan panggung putar. Inovasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang memukau bagi penonton.
"Konsep ini sangat membantu dalam hal mempercepat perpindahan adegan," tutur Wawan.
Selain itu, pertunjukan ini akan menampilkan kematangan akting para pemainnya. Meski sudah sangat mengenal karakter masing-masing.
"Seiring bertambahnya usia dan perjalanan hidup dari tiap pemain, penonton akan melihat kematangan lahir batin para aktor di atas panggung," ucap Wawan.
Bunga Penutup Abad menceritakan kelanjutan hidup Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda.
Dalam kekhawatirannya, Nyai Ontosoroh mengutus pegawainya, Robert Jan Dapperste atau Panji Darman, untuk mendampingi Annelies.
Melalui surat-surat yang dikirim Panji Darman, Nyai Ontosoroh dan Minke terus mengikuti kabar Annelies, dari keberangkatannya hingga kehidupannya di Belanda.
Setiap surat menjadi pintu nostalgia bagi mereka, mengenang pertemuan manis Minke dengan Annelies dan Nyai Ontosoroh, hingga momen pahit saat Nyai Ontosoroh digugat dan Annelies harus pergi.
Berbekal surat-surat tersebut, Nyai Ontosoroh dan Minke, meski harus terpisah jarak, menemukan kembali makna perlawanan yang sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya.
Bersama Reza Rahadian, Chelsea Islan, Andrew Trigg, dan Sabiya Arifin, kelimanya beradu dengan maksimal dan penuh totalitas. Teater Bunga Penutup Abad jadi salah satu pertunjukan bergengsi tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








