Akurat
Pemprov Sumsel

Sinopsis Film Malam 3 Yasinan: Horor Indonesia 2026 yang Mengungkap Rahasia Kelam Keluarga

Iim Halimatus Sadiyah | 19 Januari 2026, 20:08 WIB
Sinopsis Film Malam 3 Yasinan: Horor Indonesia 2026 yang Mengungkap Rahasia Kelam Keluarga

AKURAT.CO  Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan teror mencekam di awal tahun lewat film Malam 3 Yasinan.

Mengusung kisah horor keluarga, film ini memadukan suasana duka, konflik perebutan warisan, serta gangguan mistis yang muncul di tengah tradisi yasinan.

Dijadwalkan tayang pada 8 Januari 2026, Malam 3 Yasinan menjadi salah satu film horor pembuka tahun yang paling menegangkan di layar lebar.

Berlatar keluarga pengusaha gula kaya raya pada era 1980-an, film ini tak hanya menawarkan ketegangan horor, tetapi juga drama keluarga sarat rahasia kelam yang perlahan terungkap.

Baca Juga: Jadwal Bioskop Trans TV Malam Ini 19 Januari 2026: Sinopsis Film The Equalizer dan Boss Level!

Berikut ulasan lengkap film Malam 3 Yasinan yang wajib kamu tonton langsung di bioskop sehingga bisa ikut merasakan keseruannya.

Sinopsis Film Malam 3 Yasinan 

Film Malam 3 Yasinan bercerita tentang Samira, yang terpukul setelah mendengar kabar meninggalnya saudara kembarnya, Sara, secara tiba-tiba. 

Kepergian Sara menggemparkan keluarga besar Djoyodiredjo, sebuah keluarga konglomerat bisnis gula yang terpandang pada era 1980-an.

Bisnis tersebut dipimpin oleh Opa Hendra Djoyodiredjo Selama ini Samira memilih menjauh dari keluarganya demi ketenangan hidup. 

Baca Juga: Sinopsis Film 15 Minutes Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini, Thriller Kriminal Penuh Ketegangan

Namun, kematian Sara memaksanya kembali ke rumah besar yang dulu ia tinggalkan karena tekanan, tuntutan kesempurnaan, dan konflik perebutan warisan yang tak pernah selesai.

Jika Sara selalu dekat dengan keluarga, Samira justru mengambil jarak untuk menjaga kesehatan mentalnya.

Masalah keluarga semakin rumit karena Ari, ayah mereka sekaligus putra satu-satunya Opa Hendra, memiliki dua istri, Lana dan Layla, yang terus bersaing soal harta.

Dari hubungan yang penuh konflik itu, lahirlah tiga anak: Sena, Sara, dan Samira, yang tumbuh di tengah suasana keluarga yang tegang.

Di rumah megah tersebut, Opa Hendra tinggal bersama putri Lily dan menantunya Baskara, seorang petugas polisi.

Tanpa disadari, rumah itu menyimpan banyak rahasia kelam masa lalu. Sejak kematian Sara, satu demi satu misteri mulai terkuak.

Ketika malam pertama yasinan digelar, duka berubah menjadi teror. Kejadian-kejadian gaib bermunculan dan membuka tabir dosa lama keluarga Djoyodiredjo, menjadikan Malam 3 Yasinan sebagai horor keluarga yang sarat misteri, trauma, dan rahasia gelap.

Review Film Malam 3 Yasinan

Dari sisi cerita, Malam 3 Yasinan cukup piawai membangun suasana tegang secara bertahap. Latar rumah besar bergaya kolonial yang berpadu dengan nuansa pabrik gula menghadirkan kesan lawas sekaligus menyeramkan, mengingatkan pada atmosfer horor klasik Indonesia ala Pengabdi Setan.

Baca Juga: Sinopsis Film Run (2020): Teror Psikologis di Balik Kasih Ibu yang Berubah Jadi Mimpi Buruk

Konflik keluarga yang diperkenalkan sejak awal terasa dekat dengan realita dan sukses memancing rasa penasaran, terutama soal perebutan warisan di antara para istri Ari, putra Opa Hendra.

Namun, seiring cerita berjalan, beberapa dialog terasa terlalu dibuat-buat dan klise. Adu argumen keluarga yang berlebihan justru membuat emosi yang ingin disampaikan jadi kurang mengena.

Unsur horornya sendiri lebih terasa sebagai thriller psikologis ketimbang horor murni. Beberapa penampilan beberapa pemain lain seperti Baim Wong dan Piet Pagau dianggap kurang memberi dampak.

Reaksi mereka di momen penting terasa datar, bahkan saat adegan menuntut luapan emosi seperti kepanikan atau kesedihan. Hal ini membuat beberapa bagian terasa kurang meyakinkan.

Dari segi visual, sutradara Yannie Sukarya patut diapresiasi. Permainan cahaya minim dan bayangan berhasil menciptakan nuansa mencekam.

Tata suara juga menjadi nilai tambah, terutama lantunan yasinan yang menggema di malam hari dan efektif menambah kesan ngeri.

Meski begitu, elemen horor gaibnya masih terasa kurang kuat. Jumpscare yang dihadirkan cenderung standar dan minim kejutan, sehingga film ini justru lebih menonjol sebagai drama keluarga ketimbang horor penuh.

Meski masih memiliki kekurangan dari sisi inovasi horor, konsistensi akting, dan logika cerita, film ini tetap layak ditonton sebagai tontonan misteri ringan di akhir pekan. Nilai 7,5/10 cukup pantas karena bukan horor murni, tapi drama berbalut nuansa gaib yang masih menghibur.

Sebagai penutup, Malam 3 Yasinan hadir sebagai film horor keluarga yang lebih menekankan pada suasana, konflik batin, dan rahasia masa lalu ketimbang sekadar kejutan menakutkan.

Perpaduan drama perebutan warisan, duka mendalam, dan teror yang muncul di balik tradisi yasinan berhasil menciptakan cerita yang intens dan penuh ketegangan.

Meski elemen horornya belum sepenuhnya menggigit dan masih menyisakan beberapa kekurangan, film ini tetap menawarkan pengalaman menonton yang menarik bagi pencinta horor lokal dengan sentuhan drama psikologis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.