Garap Tema Pesugihan, Paragon Pictures Umumkan Pemain Bintang Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

AKURAT.CO, Kabar gembira bagi pencinta horor religi. Setelah sukses mengguncang layar lebar pada 2024, semesta eksorsisme Katolik pertama di Indonesia kembali lewat sekuel ambisius berjudul Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Kali ini, Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment membawa skala horor yang lebih besar dengan mempertemukan ritual pesugihan lokal dengan ritus pengusiran setan Gereja Katolik.
Proses syuting dijadwalkan mulai bergulir pada April 2026 di bawah arahan sutradara legendaris, Rizal Mantovani. Film ini diharapkan mampu melampaui kesuksesan pendahulunya yang berhasil meraup 1,4 juta penonton dan menembus pasar internasional di 53 negara.
Duo ikonik Romo Thomas (Jerome Kurnia) dan Romo Rendra (Lukman Sardi) dipastikan kembali memimpin garis depan pertempuran spiritual ini. Namun, mereka tidak sendiri.
Sederet aktor lintas generasi turut bergabung, mulai dari aktris senior Lydia Kandou (Suster Aloysia), Ferry Salim, hingga talenta muda seperti Venly Arauna dan Sisca Saras.
Produser Robert Ronny menegaskan bahwa sekuel ini bukan sekadar horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi atas fenomena sosial yang nyata di Indonesia.
“Kuasa Gelap: Perjanjian Darah mengangkat tema yang belum pernah hadir di layar lebar Indonesia: pesugihan dari sudut pandang iman Katolik. Pesugihan bukanlah sekedar fiksi atau takhayul semata. Ini adalah kenyataan yang masih terjadi di banyak daerah di Indonesia. Dan bukan hanya satu jiwa yang dipertaruhkan, tapi keselamatan seluruh desa,” ujar Robert Ronny di kawasan Kemang, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Senada dengan hal tersebut, produser eksekutif Andi Boediman menyoroti konsekuensi mengerikan dari pilihan manusia yang bersekutu dengan kegelapan.
“Pesugihan adalah kenyataan sosial Indonesia yang selama ini tersimpan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika manusia memilih perjanjian dengan kegelapan, siapa yang bisa memutusnya? Film ini adalah jawaban kami,” kata Andi Boediman.
Baca Juga: Meisya Siregar Berani Main Film Horor Karena Disutradarai Rizal Mantovani
Sutradara Rizal Mantovani menjanjikan intensitas yang jauh lebih tinggi dibanding film pertama.
Fokus cerita akan menggali lebih dalam sisi kemanusiaan dan kerapuhan iman para karakternya.
“Saya merasa tertantang sekaligus terhormat dipercaya menyutradarai film ini. Di Perjanjian Darah, pertarungan imannya jauh lebih brutal. Kedalaman tema film ini jauh melampaui film pertama,” ungkap Rizal Mantovani.
Bagi para pemeran utama, kembalinya mereka ke semesta Kuasa Gelap merupakan sebuah perjalanan spiritual tersendiri.
“Romo Rendra akan mengalami cobaan iman terbesar, sesuatu yang sangat manusiawi,” ujar Lukman Sardi.
“Romo Thomas adalah salah satu karakter favorit yang pernah saya perankan. Dan saya selalu menganggap peran Romo Thomas sebagai blessing bagi saya,” tambah Jerome Kurnia.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada tahun ini. Pantau terus perkembangan terbarunya melalui akun resmi @kuasagelap.id.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








