Angkat Tema Investasi dan Lika-liku Usia Muda, Chicco Kurniawan & Nadya Arina Dipasangkan dalam Film "Sebelum Tiga Puluh"

AKURAT.CO, Rumah produksi HAHA Production bersiap menggebrak industri sinema Tanah Air melalui karya layar lebar terbarunya yang bertajuk Sebelum Tiga Puluh.
Proyek bergenre drama ini baru saja diumumkan kepada publik dalam sebuah jumpa pers di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin (30/3/2026).
Membidik Jakarta dan Singkawang sebagai latar cerita, proses syuting dijadwalkan akan segera bergulir pada 2 April 2026.
Baca Juga: 7 Potret Manis Nadya Arina, Pemeran Katrin di Ikatan Cinta yang Mencuri Perhatian
Sajian utama dari film ini adalah kolaborasi perdana antara dua bintang muda berbakat, Chicco Kurniawan dan Nadya Arina.
Di kursi penyutradaraan, Danial Rifki dipercaya untuk menakhodai proyek ini. Dia mengaku sangat antusias karena naskah Sebelum Tiga Puluh berani mengeksplorasi seluk-beluk dunia investasi, sebuah tema yang masih terbilang langka di perfilman Indonesia.
"Visi pribadi saya, film itu media yang mengubah hidup. Ketika datang proyek ini, saya lihat ceritanya life-changing banget. Saya harus riset di sebuah dunia yang sama sekali baru, yaitu dunia investasi," kata Danial Rifki.
"Perjuangan tokoh ini benar-benar dari nol sampai sukses sebelum usia 30," sambungnya lagi.
Dalam film ini, Chicco Kurniawan didaulat untuk menghidupkan karakter utama bernama Ivan, seorang pemuda bertekad baja.
Demi mendalami perannya, Chicco bahkan turun langsung untuk berinteraksi dengan figur nyata yang menginspirasi lahirnya karakter tersebut.
"Ivan itu orang yang enggak mau gagal. Gagal itu kalau dia berhenti, kalau masih dijalankan berarti belum gagal. Aku sudah bertemu dengan sosok aslinya, ngobrol dan dengerin ceritanya lebih banyak," tutur Chicco.
"Walaupun tidak diambil semua persis, tapi ada bagian yang aku pelajari banget tentang apa yang dia percaya," tambahnya.
Baca Juga: Dapat Kado Lebaran dari Negara, Atlet Boccia Hingga Para Atletik Kompak Investasi Masa Depan
Sementara itu, Nadya Arina akan menemani perjalanan Ivan dengan berperan sebagai Clara.
Bagi Nadya, proyek ini terasa sangat personal mengingat dirinya akan segera memasuki kepala tiga di tahun depan.
Demi memberikan penampilan maksimal, dia bahkan rela mempelajari keahlian khusus di dalam air.
"Tahun ini adalah momen aku mencoba banyak hal baru, salah satunya belajar menjadi mermaid untuk film ini. Ada teknik khususnya untuk meliuk di air dan membuat efek visual menggunakan udara. Cukup capek, tapi menarik. Film ini menyadarkan bahwa kita harus mandiri dan jangan pernah takut gagal," ungkap Nadya.
Lebih dari sekadar kisah perjuangan merintis kesuksesan finansial, Sebelum Tiga Puluh juga meramu dinamika keluarga sebagai fondasi utamanya. Kehadiran aktor dan aktris kawakan seperti Donny Damara (Pak Soni) dan Dayu Wijanto (Ibu Tira) dipastikan akan memperkaya cerita lewat intrik antara orang tua dan anak.
"Pak Soni ini sosok bapak yang mau anaknya mendapatkan yang terbaik, meskipun caranya mungkin dianggap 'galak' atau sulit diterima anak zaman sekarang. Dia punya latar belakang kegagalan usaha yang nantinya berkaitan erat dengan tokoh Ivan. Ini yang jadi pecutan buat karakter Ivan untuk membuktikan diri," jelas Donny.
Di balik layar, proses perancangan film ini ternyata menuntut gerak cepat dari tim produksi, terutama karena beririsan dengan momen libur Lebaran. Hal ini diakui langsung oleh sang produser, Derry Agung.
"Persiapan kita di Sebelum Tiga Puluh ini sebenarnya bisa dibilang ngebut, super-super. Film ini nyeritain struggle yang utuh, gimana caranya dia bertahan hidup dan meminggirkan egonya demi cita-cita tanpa menyampingkan kehidupan romansa," kata Derry.
Jika tidak ada aral melintang, film yang menanamkan pesan bahwa kegagalan adalah anak tangga menuju keberhasilan ini akan tayang di bioskop pada tahun ini juga.
Executive Producer, Peter, memaparkan bahwa karya ini lahir dari niat untuk menyuntikkan semangat kepada generasi muda di tengah situasi yang menantang.
"Harapan itu selalu ada, dan semoga harapan itu bisa tersampaikan dengan baik lewat film ini. Kita ingin mengajak orang-orang untuk bangkit di saat zaman sekarang lagi susah," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









