Bawa Isu Disabilitas dan Trauma, Film Juminten Edan Siap Teror Bioskop dengan Horor Psikologis Mencekam

AKURAT.CO, Industri film horor Tanah Air kembali kedatangan karya segar yang tidak hanya mengandalkan jump scare, tetapi juga kedalaman isu sosial.
Mercusuar Films bekerja sama dengan Digital Frame Production baru saja merilis first look film thriller-horor bertajuk "Juminten Edan."
Disutradarai oleh duet Dedy Mercy dan Jonathan Ozoh, film ini menyoroti sosok Juminten—seorang perempuan dengan disabilitas wicara dan hambatan pendengaran—sebagai poros utama teror di sebuah pulau terpencil.
Naskah yang digarap oleh Alim Sudio ini menjanjikan kisah yang lebih dari sekadar hantu, melainkan tentang luka lama yang kembali menganga.
Sutradara Dedy Mercy mengungkapkan bahwa pengerjaan film ini telah melalui proses persiapan yang panjang. Dia ingin memotret bagaimana sebuah trauma bisa meledak di tengah kehangatan keluarga.
“Storytelling Juminten Edan sudah cukup lama dipersiapkan. Kisah dan perjuangan sosok Juminten dibuat realistis dan jujur. Melalui film Juminten Edan, saya ingin menghadirkan miniatur masalah sosial dalam keluarga. Ada kehangatan yang dibangun, ada semangat, dan puncaknya bagaimana film ini bercerita bahwa di zaman modern sekarang kewarasan justru lahir dari orang-orang yang dianggap ‘gila,'" ujar Dedy Mercy, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Sinopsis Ghost in The Cell: Horor Komedi Karya Joko Anwar Segera Tayang di Bioskop Indonesia!
Totalitas Meisya Amira Perankan Karakter Tunawicara
Aktris Meisya Amira didapuk memerankan Juminten.
Baginya, peran ini adalah tantangan fisik dan batin yang luar biasa.
Tanpa dialog verbal, Meisya harus mampu menyampaikan rentetan trauma masa lalu hanya melalui bahasa tubuh dan tatapan mata.
“Untuk membangun emosi Juminten yang menyimpan trauma besar namun tidak banyak bicara, aku mulai dari proses persiapan yang cukup mendalam. Sebelum syuting dimulai, aku baca sinopsis secara menyeluruh, memahami karakter, serta mempelajari latar belakang dan backstory Juminten yang sudah dikasih ke aku. Ini membantu aku untuk mengenali akar emosi dan batin yang dimiliki oleh karakter tersebut,” tutur Meisya.
Tak main-main, dia bahkan didampingi pelatih khusus untuk menguasai bahasa isyarat demi menjaga keaslian karakter.
“Aku juga belajar bahasa isyarat bersama coach yang mendampingi aku dari proses reading sampai selama syuting berlangsung. Ini menjadi bagian penting agar komunikasi dan ekspresi karakter tetap terasa,” tambahnya.
Selama proses produksi, Meisya memilih untuk tetap berada dalam "kulit" Juminten agar emosi yang ditampilkan tidak luntur.
“Pada proses syuting, tantangannya cukup besar karena aku harus memberi emosi tanpa banyak dialog. Tidak mudah untuk mengaplikasikan rasa dan emosi dalam keterbatasan tersebut, apalagi memerankan karakter tunawicara. Ada momen aku membutuhkan ruang untuk benar-benar memahami situasi dan kondisi yang terjadi di dalam adegan,” jelasnya lagi.
Baca Juga: 13 Rekomendasi Film Bioskop Mei 2026: Dari Horor Mencekam hingga Drama Menyentuh Hati
Di sisi lain, aktor Dimas Aditya memerankan Manto, suami setia yang mendapati istrinya berubah menjadi sosok mengerikan setelah kembali ke kampung halaman.
Karakter Manto menjadi jangkar emosional yang memperlihatkan sisi kemanusiaan di tengah teror.
“Cinta mengalahkan rasa takut. Bahkan rasa cinta yang besar membuat Manto rela memilih hidup bersama Juminten dan meninggalkan kemapanan hidup bersama keluarganya. Karena cinta bisa mengalahkan apa saja, bahkan ketakutan sekalipun,” ungkap Dimas Aditya mengenai karakternya.
“Juminten Edan” mengisahkan kepulangan Juminten ke pulau asalnya setelah delapan tahun merantau.
Bersama suami dan anaknya, kepulangan yang awalnya penuh rindu justru berubah menjadi mimpi buruk.
Juminten mulai berperilaku tak wajar dan secara misterius berusaha mencelakai orang-orang terdekatnya.
Selain Meisya Amira dan Dimas Aditya, film ini bertabur bintang senior dan berbakat lainnya seperti, Anne J Coto sebagai Salma, Kukuh Prasetyo sebagai Marlan, Deden Bagaskara sebagai Kadir, Bambang Oeban sebagai Kakek Juminten.
Daftar pemain juga diperkuat oleh Wina Marrino, Sharon Jovian, Teguh Julianto, dan banyak lagi.
Akankah cinta Manto mampu menyelamatkan Juminten dari jeratan trauma masa lalunya?
Temukan jawabannya saat "Juminten Edan" tayang di bioskop seluruh Indonesia pada tahun 2026 ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







