Siapa Sangka, Dulu Belanda Rela Lepas New York Ke Inggris Demi Sebuah Pulau Kecil Di Maluku

AKURAT.CO – Siapa sangka jika New York, sebuah kota besar di Negara Bagian Manhattan, Amerika Serikat punya hubungan sejarah dengan sebuah pulau di Indonesia, yaitu Pulau Run di Kepulauan Banda, Provinsi Maluku.
Bahkan tak main-main, peranan Pulau Run memiliki pengaruh yang sangat besar untuk menentukan masa depan New York sebagai pusat perdagangan dan jasa yang tak hanya terbesar di Amerika Serikat akan tetapi secara global.
Pada masa lampau sekitar abad ke-17 dimasa kolonialisme masih mencengkram dunia, Kedua wilayah tersebut dimiliki oleh Belanda dan Inggris.
Baca Juga: Cara Ke Banda Neira Dari Jakarta, Perjalanan Dijamin Aman
Belanda yang wilayah koloninya Sebagian besar di Hindia Timur ternyata juga memiliki wilayah di Benua Amerika yang dikelilingin wilayah Inggris salah satunya Nieuw Amsterdam nama lampau dari New York.
Sementara Inggris juga memiliki beberapa wilayah di Kepulauan Nusantara yang mayoritas dikuasai Belanda, salah satunya Pulau Run di Kepulauan Banda, Provinsi Maluku saat ini.
Pulau Run sendiri dikenal sebagai penghasil rempah-rempah terbesar yaitu buah pala yang sangat digemari di Eropa saat itu.
Sementara Nieuw Amsterdam atau New York menjadi pusat perdagangan bulu unggas yang merupakan komoditi suku Indian.
Baca Juga: Intip 10 Fakta Menarik Banda Neira, Pulau Tempat Pengasingan Bung Hatta
Awal abad ke-16. Bersama Portugis, Inggris, dan Spanyol, Belanda terlibat persaingan menemukan pulau rempah guna menguasai perdagangan rempah.
Kala itu, cengkeh dan pala teramat mahal dan semua orang ingin memangkas keuntungan para pedagang Arab dan Asia yang merahasiakan lokasi Banda.
Ketika Belanda akhirnya menemukan Banda, mereka berupaya melindungi rempah-rempah dengan membentuk perusahaan VOC.
Dengan taktik brutal, termasuk membantai semua penduduk asli Banda, mereka menguasai perkebunan pala—rempah yang berguna tidak hanya untuk bumbu masakan tapi juga diyakini sebagai obat berbagai penyakit seperti wabah pes.
Pada 1616, Inggris berhasil menguasai salah satu pulau di Banda, bernama Pulau Run yang panjangnya 3,2 kilometer dan lebar satu kilometer.
Baca Juga: Pesona Banda Neira, Cantik dari Bawah Laut hingga ke Tapak Penjajah
Di sinilah Inggris membuat koloni pertama dan membentuk English East India Company sekaligus mencanangkan kolonialisme Inggris.
English East India Company hanya mampu mempertahankan Run dari serangan Belanda selama empat tahun.
Meski demikian, Inggris tidak serta-merta melepaskan pulau tersebut.
Pada 1664, sebagai aksi balas dendam, empat kapal fregat Inggris dikirim melintasi Samudera Atlantik untuk merebut wilayah yang disebut Belanda sebagai New Amsterdam.
Wilayah berpenduduk 2.000 orang di ujung selatan Pulau Manhattan itu dapat direbut dengan cepat.
Baca Juga: Desa Konoha Ternyata Ada Di Indonesia, Kenali Obyek Wisata Lembah Harau
Kemudian, pada 1677, kedua negara menggelar kesepakatan yang disebut sebagai Traktat Breda atau Treaty of Breda dimana Pulau Run, yang dikuasai Inggris, diserahkan ke Belanda.
Adapun New Amsterdam, yang dikuasai Belanda, diserahkan ke Inggris. Oleh penjajah Inggris, New Amsterdam diubah namanya menjadi New York.
Itulah kisah Pulau Run, sebuah pulau kecil di gugusan Kepulauan Banda, Maluku yang ternyata menyimpan kekayaan berupa buah Pala yang tetap eksis menjadi komoditi unggulan saat ini.
Hanya saja upaya pemerintah untuk mengembalikan kejayaan seperti di masa lampau meski bisa nampaknya sulit.
Hal ini karena pada saat Perang Napoleon, Banda, Pada 1810 Inggris memberangus dan mengambil bibit terbaik dari Buah Pala di Run untuk ditanam di koloni lainnya seperti di Sri Lanka, Zanzibar, Pinang, Grenada dan lain-lain.
Kondisi demikian tentu tak lagi sama, dulu Pala merupakan komoditi endemik namun sekarang bisa ditemukan dan ditanam dimana-mana.
Akhirnya yang jadi korban adalah masyarakat setempat dan Indonesia saat ini yang harus bersusah payah membangun kembali kejayaan perdagangan rempah-rempat yang menguasai dunia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









