Dapat Ditempuh Menggunakan Kereta, Berikut 5 Stasiun di Jakarta yang Berdekatan dengan Lokasi Museum

AKURAT.CO Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line menjadi salah satu moda transportasi yang sangat diminati oleh penduduk Jakarta.
Selain tarifnya yang terjangkau, KRL dapat mencapai berbagai lokasi di Jakarta dan sekitarnya tanpa harus terjebak kemacetan.
Perlu diketahui bahwa kamu dapat menjelajahi museum-museum di Jakarta menggunakan KRL sebagai sarana transportasi umum.
Dan karena banyak museum yang berlokasi dekat dengan stasiun KRL, kamu dapat dengan mudah berpindah dari satu museum ke museum lainnya hanya dengan satu transportasi umum ini.
Berikut 5 stasiun di Jakarta yang berdekatan dengan lokasi museum.
1. Stasiun Juanda
Stasiun Juanda adalah titik pemberhentian terdekat bagi mereka yang berencana mengunjungi Museum Nasional, juga dikenal sebagai Museum Gajah.
Museum ini mengoleksi benda-benda terkait dengan arkeologi, etnografi, geografi, keramik, dan numismatik (koin), yang melibatkan periode kehidupan prasejarah dan sejarah.
Selain Museum Nasional stasiun Juanda juga tidak terpaut jauh dari Museum Taman Prasasti. Museum yang memiliki gaya arsitektur Yunani serta menyimpan berbagai nisan dan patung yang berasal dari pemakaman.
Koleksi peti, nisan, dan patung Museum Taman Prasasti tidak hanya terbatas di dalam bangunan, tetapi juga bisa dinikmati di taman yang teduh dengan keberadaan pohon-pohon besar.
2. Stasiun Tanah Abang
Salah satu museum yang lokasinya berdekatan dengan Stasiun Tanah Abang adalah Museum Tekstil.
Sesuai dengan namanya, museum ini memiliki sekitar seribu koleksi tekstil tradisional Indonesia, seperti berbagai jenis tenun, batik, peralatan, dan koleksi campuran.
Di bagian belakang museum, ditanami pepohonan yang dapat digunakan sebagai sumber bahan baku pewarna alami.
Baca Juga: Panduan Rute Perjalanan ke Museum Fatahillah Jakarta Naik KRL dan Transjakarta
3. Stasiun Rangkasbitung
Dari Stasiun Rangkasbitung, cukup dengan berjalan kaki sekitar 15 menit untuk mencapai lokasi Museum Multatuli.
Museum yang sebelumnya berfungsi sebagai kantor dan tempat tinggal Wedana Lebak ini, menampilkan berbagai artefak yang berkaitan dengan Edward Douwes Dekker, si Multatuli.
Selain koleksi tersebut, museum ini memiliki beberapa ruangan yang menyajikan tema-tema lain, termasuk sejarah Lebak dan Banten, perkembangan Rangkasbitung dari waktu ke waktu, hingga kisah mengenai kolonialisme Belanda.
4. Stasiun Sudirman
Berdekatan dengan lokasi Stasiun Sudirman terdapat Museum Sasmitaloka Ahmad Yani yang terletak di Jl. Lembang Nomor 67, Menteng.
Dahulunya, bangunan ini merupakan kediaman Ahmad Yani, salah satu korban dalam peristiwa G30S/PKI yang tewas di rumahnya sendiri akibat tujuh tembakan dari senapan pasukan Tjakrabirawa.
Lima tembakan peluru diantaranya meninggalkan jejak lubang pada sebuah pintu, yang hingga kini lubang tersebut masih dapat dilihat oleh para pengunjung museum.
5. Stasiun Jakarta Kota
Stasiun Jakarta Kota ini telah berdiri sejak zaman Belanda, dan tetap mempertahankan arsitektur kunonya yang menarik, dan menjadi daya tarik khususnya bagi pecinta fotografi.
Berlokasi sekitar 200 meter dari kawasan Kota Tua, stasiun ini memberikan akses dekat ke beberapa museum yang dapat dijelajahi secara berurutan di area tersebut.
Beberapa diantaranya adalah Museum Fatahillah yang menceritakan sejarah Jakarta, Museum Keramik dan Seni Rupa, Museum Wayang, dan Museum Bahari.
Selain itu, terdapat juga Museum Bank Indonesia dan Museum Bank Mandiri yang menampilkan koleksi mata uang dunia serta beberapa koleksi yang mencerminkan sejarah mata uang Indonesia dari masa kerajaan hingga saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









