Wamenpar Tegaskan Quality Tourism: Pariwisata Bukan Sekadar Kuantitas, Tapi Pengalaman Berkualitas

AKURAT.CO Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa menegaskan, quality tourism—pariwisata berkualitas—adalah kunci memperkuat dampak positif sektor ini bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa konsep ini bukan hanya menyasar wisatawan kelas atas, tetapi dirancang untuk semua kalangan dengan pengalaman yang lebih mendalam dan berkesan.
Apa Itu Quality Tourism Menurut Wamenpar?
-
Tidak terbatas pada high-spending tourist, tapi mencakup seluruh wisatawan yang mencari pengalaman berkualitas: lingkungan sehat, tempat aman, hubungan positif dengan warga lokal, serta penghormatan budaya setempat.
-
Merespons tren global pasca-pandemi: pelancong kini memilih destinasi ramah lingkungan, jauh dari keramaian, dan berkelanjutan, sesuai prinsip “low touch, hygiene, less crowd, low mobility.”
Strategi Kemenpar untuk Mendukung Quality Tourism
Baca Juga: Nota Diplomatik Saudi Bocor, Kemenag Klarifikasi Catatan Penyelenggaraan Haji 2025
-
Gerakan Wisata Bersih
Kampanye kebersihan dan kesadaran lingkungan di destinasi wisata. -
Tourism 5.0
Akselerasi digitalisasi destinasi untuk pemasaran lebih efektif dan modern. -
Pariwisata Naik Kelas
Pengembangan wisata khusus seperti kuliner, bahari, dan wellness untuk mendongkrak nilai tambah destinasi. -
Karismatik Event Nusantara (KEN)
Sejumlah event nasional, seperti Pesta Kesenian Bali, terbukti menyumbang Rp13,57 triliun pada ekonomi lokal—bandingkan Pesta Kesenian Bali 2024 yang menyumbang Rp192,3 miliar hanya untuk Kota Denpasar. -
Pengembangan Desa Wisata
Lebih dari 6.000 desa dipersiapkan menjadi destinasi berkualitas — contohnya Desa Penglipuran dan Jatiluwih, yang masing‑masing memasok Rp24 miliar per tahun.
Statistik & Target Pariwisata 2025
-
Wisman: melonjak dari 1,6 juta (2021) menjadi hampir 14 juta (2024), mengejar target 14,6–16 juta tahun ini.
-
Wisnus: lebih dari 1 miliar perjalanan (2024), jauh melampaui angka pra-pandemi 722 juta.
-
Kontribusi ekonomi: sekitar 4,04 persen dari PDB nasional dan devisa US$16,7 miliar di 2024; target 4,6 persen PDB dan US$19–22 miliar di 2025.
Ni Luh Puspa mengajak seluruh pihak—pemerintah, pelaku usaha, akademisi (termasuk Universitas Mahendradatta), dan masyarakat—untuk bekerja sama mewujudkan pariwisata berkualitas.
Ia menyebut Bali sebagai contoh utama upaya transformasi ini.
Baca Juga: Mengintip Keuntungan Trading Futures Crypto
“Masa depan pariwisata Bali bukan hanya soal jumlah wisatawan, tapi tentang manfaat yang dibawa: bagi masyarakat, budaya, dan bumi. Generasi muda dan mahasiswa—jadilah pelopor perubahan,”ujarnya.
Dengan strategi dan kolaborasi multi-stakeholder, quality tourism menjadi arah utama pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia—menyatukan upaya ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan dalam satu visi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








