Marina Bay City Lombok Siap Jadi Destinasi Wisata Masa Depan Bernilai Rp32,5 Triliun

AKURAT.CO Lombok segera memiliki destinasi wisata terpadu berskala internasional. PT Marina Bay Group tengah mempersiapkan pembangunan Marina Bay City Lombok, kawasan wisata modern seluas 200 hektar yang digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Barat.
Presiden Direktur Marina Bay Group, Adrian Campbell, menegaskan bahwa proyek ini dibangun dengan mengusung dua pilar utama: kemandirian dan keberlanjutan.
Visi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendongkrak sektor pariwisata secara bisnis, tetapi juga menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Misi kami adalah menjadikan pariwisata sebagai mesin ekonomi lokal yang berkelanjutan dan feasible secara bisnis. Dengan pendekatan ini, multiplier effect yang tercipta bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Adrian dalam keterangannya, Jumat (11/7/2025).
Investasi yang digelontorkan untuk proyek ini mencapai Rp32,5 triliun, nilai yang diyakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan daerah.
“Marina Bay City Lombok dirancang sebagai destinasi wisata marina kelas dunia. Kami ingin proyek ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Lombok dan Indonesia, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal sebagai new engine of growth,” tegasnya.
Dalam tahap konstruksi, proyek ini diperkirakan menyerap 1.000 tenaga kerja langsung. Ketika mulai beroperasi, akan tersedia sekitar 2.000 pekerjaan operasional tambahan, dan proyek ini juga diyakini akan menciptakan 3.000 hingga 4.000 lapangan kerja baru dari sektor pendukung seperti UMKM, logistik, hingga pariwisata berbasis komunitas.
Baca Juga: Tahun Ajaran Baru 2025/2026 Dimulai 14 Juli, Ini Hal yang Perlu Disiapkan Orang Tua dan Siswa
Adrian menyebutkan bahwa infrastruktur terintegrasi yang dibangun akan mendayagunakan potensi lokal, memperkuat jejaring ekonomi kawasan, serta mendorong kemandirian masyarakat di sekitar destinasi.
“Ini bukan sekadar proyek properti wisata. Kami ingin membentuk kawasan mandiri yang menggabungkan daya saing bisnis dengan dampak sosial-ekonomi yang progresif,” katanya.
Pilar keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pengembangan Marina Bay City.
Mulai dari penggunaan teknologi ramah lingkungan, pelestarian budaya lokal, hingga peningkatan keterampilan masyarakat melalui program pelatihan dan investasi berdampak (impact investment).
Adrian juga menekankan bahwa prinsip people, planet, dan prosperity akan menjadi fondasi utama pengelolaan destinasi ini.
“Kami percaya bahwa pariwisata kelas dunia bukan hanya soal kemewahan, tapi juga bagaimana bisnis mampu memberdayakan masyarakat, menjaga alam, dan menciptakan kemakmuran bersama,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








