Pemerintah Batasi Wisatawan di Taman Nasional Komodo, Siapkan Destinasi Alternatif

AKURAT.CO Pemerintah akan membatasi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo sebagai upaya menjaga kelestarian satwa komodo beserta habitatnya.
Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, mengatakan kebijakan pembatasan kuota wisatawan merupakan bagian dari strategi konservasi jangka panjang yang tengah disiapkan pemerintah.
“Selain pembatasan kuota wisatawan, ke depan kami juga merencanakan pengembangan konservasi eksitu komodo,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, konservasi eksitu dilakukan melalui pengembangbiakan komodo di luar kawasan taman nasional. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi tekanan kunjungan di habitat utama sekaligus membuka peluang destinasi wisata alternatif.
Salah satu lokasi yang disiapkan adalah Taman Wisata Alam (TWA) 17 Pulau di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Kawasan tersebut diketahui telah memiliki populasi komodo, meski jumlahnya masih terbatas.
“Di lokasi itu sudah ada populasi komodo walaupun jumlahnya sedikit. Ke depan akan kita kembangkan agar menjadi destinasi alternatif selain Pulau Komodo dan Pulau Rinca,” jelasnya.
Baca Juga: Jutaan Peserta PBI Tetap Bisa Akses Layanan Kesehatan Meski Data Ditata Ulang
Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji pengembangan kawasan Golo Mori di Kabupaten Manggarai Barat, yang sebelumnya telah dilengkapi fasilitas pertemuan (MICE) sebagai bagian dari destinasi super prioritas.
Tak hanya itu, Pulau Longos yang berada di wilayah Manggarai Barat juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis komodo di luar kawasan taman nasional.
“Pulau Longos dan Golo Mori letaknya dekat dengan Labuan Bajo, sehingga diharapkan dapat menjadi pilihan destinasi baru bagi wisatawan,” tambahnya.
Rohmat menegaskan, pengembangan destinasi alternatif ini tidak hanya bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga mendorong pemerataan kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Manggarai Barat dan sekitarnya.
“Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan wisatawan secara lebih merata sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini







