PIK Tourism Board Dorong Pariwisata Berdampak Lewat Tourism Workshop Vol. 4

AKURAT.CO PIK Tourism Board menggelar Tourism Workshop Vol. 4 sebagai upaya memperkuat pengembangan pariwisata yang tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan, budaya, dan perekonomian masyarakat.
Workshop yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026) tersebut mengusung tema “Building Impact Together: From Destination to Contribution”.
Tema ini menegaskan pentingnya peran destinasi wisata sebagai bagian dari ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.
Head of Tourism Development Agung Sedayu Group, Fenny Maria, mengatakan perkembangan sektor pariwisata perlu dibarengi dengan kontribusi yang lebih luas bagi berbagai pemangku kepentingan.
“Pariwisata hari ini tidak cukup hanya menghadirkan destinasi yang menarik. Pariwisata juga harus memberi kontribusi bagi lingkungan, budaya, komunitas, dan ekonomi lokal,” ujar Fenny dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Dalam workshop tersebut, peserta membahas tiga pilar utama pengembangan pariwisata berdampak, yakni lingkungan berkelanjutan, seni dan budaya, serta penguatan UMKM dan ekonomi lokal.
Baca Juga: Anggaran MBG Tembus Rp88 Triliun, Menkeu dan BGN Siap Evaluasi
Melalui ketiga pilar tersebut, destinasi wisata diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga mampu memperkuat identitas kawasan, memperluas manfaat ekonomi, dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sektor pariwisata.
Fenny menegaskan kolaborasi antar-pelaku industri menjadi kunci dalam menciptakan destinasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami ingin destinasi berkembang sebagai ruang bersama. Bukan hanya tempat untuk dikunjungi, tetapi juga tempat yang memberi nilai dan dampak bagi masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Tourism Planning and Research Analyst, Raras Wening Pratiti, menyoroti pentingnya riset dan perencanaan dalam pengembangan destinasi wisata.
Menurutnya, pembangunan destinasi harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan wisatawan, potensi kawasan, kondisi lingkungan, hingga partisipasi masyarakat setempat.
“Pengembangan destinasi perlu melihat banyak aspek, mulai dari kebutuhan pengunjung, potensi kawasan, lingkungan, hingga keterlibatan masyarakat. Dari sana, pariwisata bisa memberi nilai yang lebih luas,” ujar Raras.
Selain sesi pemaparan, workshop juga diisi dengan diskusi kelompok yang melibatkan para peserta untuk merumuskan strategi menghadirkan pengalaman wisata yang lebih bermakna sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM dan komunitas lokal.
Melalui Tourism Workshop Vol. 4, PIK Tourism Board berharap dapat memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.
Baca Juga: Menteri Yandri: Keuntungan Kopdes Merah Putih Dikembalikan ke Warga Desa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








