Apa Itu Gelang Xyloband Di Konser Coldplay? Indonesia Disebut Jadi Negara Yang Paling Sedikit Mengembalikannya

AKURAT.CO Setelah euforia konser Coldplay beberapa waktu lalu, pengembalian gelang xyloband sebanyak 77 persen ke pihak promotor jadi sorotan.
Awalnya, beredarnya kabar jumlah pengembalian gelang Xyloband di konser Coldplay Jakarta 2023 hanya 52 persen. Namun, ternyata ada kesalahan dalam data tersebut.
Akhirnya pihak promotor konser Coldplay ‘Music of the Spheres World Tour’ Jakarta 2023 merilis jumlah resmi pengembalian gelang Xyloband.
Konsultan kehumasan promotor konser Coldplay Jakarta 2023, Images Dynamics mengkonfirmasi jumlah gelang Xyloband yang dikembalikan pada konser di Stadion GBK kemarin ternyata mencapai 77 persen.
Meskipun demikian, presentase pengembalian gelang xyloband di Jakarta masih tergolong rendah dibanding kota-kota di negara lainnya.
Diketahui, rata-rata pengembalian gelang pada tahun pertama konser Coldplay adalah 86 persen, yang artinya jumlah pengembalian di Indonesia juga masih berada dibawah rata-rata.
Apa Itu Gelang Xyloband?
Xyloband merupakan gelang kecil berwarna putih yang sangat khas dengan konser Coldplay.
Gelang ini bisa menyala warna-warni selama band tersebut menunjukkan penampilan mereka di atas panggung.
Dikutip dari situs resmi Xylobands, gelang ini sudah lama digunakan oleh band yang beranggotakan Chris Martin, Guy Berryman, Jonny Buckland, dan Will Champion. Gelang ini juga sudah digunakan sejak konser Mylo Xyloto Tour pada 2011 lalu.
Xyloband sendiri memang digunakan agar penonton konser Coldplay bisa bergabung memeriahkan jalannya acara di setiap nyanyiannya. Penonton bukan hanya melihat, tapi jadi bagian dari pertunjukan.
Setelah pertunjukan pertama di konser pada 2011 lalu, penemu Xyloband, Jason Regler langsung mendapat pujian dari vokalis Coldplay, Chris Martin.
Baca Juga: Viral Melamar Pasangan Saat Konser Coldplay, Ini 7 Ide Lamaran Romantis Dan Berkesan
Xyloband juga mendapat pujian dan pengakuan dari seluruh dunia serta industri musik dan hiburan. Gelang LED berwarna putih itu kini sangat identik dengan konser Coldplay di seluruh dunia.
Selama konser berlangsung, pihak promotor akan membagikan gelang xyloband tersebut kepada penonton. Melansir berbagai sumber, gelang yang disebut-sebut lebih ramah lingkungan itu pun harus dikembalikan setelah konser berakhir.
Coldplay adalah salah satu band yang berkomitmen untuk menggelar konser berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Chris Martin dan timnya berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dengan 3 prinsip. Tiga prinsip tersebut yaitu Reduce, Reinvent, dan Restore.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








