Akurat
Pemprov Sumsel

Harga Emas Antam Naik, Pahami 7 Alasan Kenapa Investasi Emas Batangan Menguntungkan untuk Masa Depan

Syifa Ismalia | 3 Desember 2023, 01:46 WIB
Harga Emas Antam Naik, Pahami 7 Alasan Kenapa Investasi Emas Batangan Menguntungkan untuk Masa Depan

AKURAT.CO Harga emas batangan Antam naik sebesar Rp 15 ribu menjadi Rp 1.130.000 per gram. Sebelumnya, harga emas batangan Antam berada di posisi Rp 1.115.000 per gram.

Sedangkan, harga jual kembali emas batangan Antam juga naik Rp 15.000 menjadi Rp 1.029.000 per gram dibandingkan harga buyback sebelumnya senilai Rp 1.014.000. Kenaikan harga ini berdasarkan pantauan dari lama Logam Mulia pada, Sabtu (03/12/2023).

Investasi emas memang menawarkan banyak keuntungan dan masih menjadi investasi yang banyak dilirik.

Jika belum pernah terjun dalam dunia investasi, emas bisa dijadikan sebagai pilihan. Manfaat investasi emas juga banyak dan tidak hanya dalam bentuk materi saja.

Ada beberapa hal yang membuat investasi logam mulia ini juga cocok untuk para pemula yang baru terjun investasi.

1. Pelindung Inflasi

Emas adalah aset lindung nilai yang sangat baik terhadap inflasi. Hal ini bisa terlihat setelah pemerintah AS meninggalkan standar emas sejak 1971 silam. Bank sentral AS terus mencetak uang dalam jumlah tak terbatas setelah AS meninggalkan standar emas. Sayangnya, hal ini meningkatkan harga barang dan jasa atau mengakibatkan inflasi dan daya beli uang pun melemah. Namun aset emas mampu mempertahankan nilainya karena kelangkaan persediaannya.

2. Aset ‘Safe Haven’

Emas adalah aset safe haven. Artinya, investor akan memburu emas sebagai aset aman untuk menyimpan kekayaan mereka saat situasi ekonomi tidak menentu.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp1.115.000 Per Gram

Investor akan mengincar emas tiap kali ada ketidakpastian geopolitik misalnya perang atau kudeta pemerintahan atau bencana alam, lantaran nilainya diakui secara universal di seluruh dunia.

3. Lindung Nilai Terhadap Depresiasi Rupiah

Pada dasarnya, nilai emas ditetapkan dalam denominasi Dolar AS. Maka, investasi emas adalah langkah efektif yang bisa dilakukan investor untuk melindungi nilai kekayaannya saat Rupiah melemah terhadap Dolar AS (depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS).

4. Lindung Nilai Terhadap Depresiasi dolar AS

Investor biasanya “melarikan diri” ke emas setiap kali Dolar AS melemah. Sebab, meski Dolar AS diakui sebagai mata uang cadangan dunia (80% dari semua transaksi perdagangan global menggunakan Dolar AS), emas tetap berperan sebagai mata uang alternatif karena nilainya diakui oleh semua orang di dunia.

5. Instrumen Diversifikasi Portofolio

Harga emas cenderung memiliki korelasi yang rendah dengan nilai aset keuangan lainnya seperti saham. Jadi, harga emas cenderung naik ketika nilai saham turun.

Saat terjadinya krisis keuangan global 2008 dan pandemi COVID-19 di 2021, korelasi yang rendah, dan terkadang negatif, antara emas dan aset lainnya memungkinkan investor untuk mengurangi risiko dan menegaskan peran emas sebagai aset diversifikasi yang paling mantap untuk portofolio apapun.

Baca Juga: Ciptakan Administrator Muda, Unggul Dan Bertalenta Songsong Indonesia Emas 2045, Politeknik STIA LAN Bandung Luluskan 397 Wisudawan

6. Jumlah Penawaran (Supply) yang Makin Terbatas

Emas yang belum ditambang memiliki persediaan yang sangat terbatas. Produksi emas juga diperkirakan akan semakin menurun sehingga dari tahun ke tahun, sementara suplai emas tidak bisa meningkat sampai 1% per tahun lantaran sulitnya membuka tambang emas baru dan meningkatnya kekhawatiran atas dampaknya terhadap lingkungan.

7. Permintaan Semakin Banyak dari Negara Berkembang

Permintaan emas dari negara-negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk banyak seperti Cina, India, dan Indonesia akan terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut dan emas dicari baik untuk tujuan investasi maupun untuk perhiasan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
R