Sejarah Hari Thanksgiving dan Mengenal Asal Usul Tradisi Perayaannya, Berawal dari Penduduk Asli Amerika!

AKURAT.CO Perayaan Hari Thanksgiving merupakan hari libur tahunan yang diperingati sebagai ungkapan syukur atas berkah dan hasil panen, seperti di Amerika Serikat dan Kanada.
Di Amerika Serikat, Hari Thanksgiving diperingati pada hari Kamis keempat bulan November, yang berasal dari abad ke-17.
Sementara di Kanada, Thanksgiving dirayakan lebih awal, yaitu pada hari Senin kedua bulan Oktober, sebagai ucapan syukur atas musim panen.
Perayaan Thanksgiving modern biasanya melibatkan acara makan bersama keluarga, dengan menu tradisional seperti kalkun panggang, saus cranberry, pai labu, dan kentang tumbuk.
Baca Juga: Kisah Omaima Nelson, Model Muda Mesir yang Kebiri dan Masak Daging Suami saat Perayaan Thanksgiving
Selain itu, acara seperti parade, pertandingan olahraga, dan kegiatan amal juga menjadi bagian dari tradisi ini.
Mengutip berbagai sumber, Kamis (28/11/2024), berikut ini sejarah Hari Thanksgiving yang perlu kamu karena hanya ada di beberapa negara saja.
Sejarah Perayaan Hari Thanksgiving
Thanksgiving adalah tradisi di Amerika Serikat yang biasanya perayaan ini diisi dengan makan bersama keluarga dan berkumpul.
Tradisi Thanksgiving berawal dari panen raya tahun 1621, ketika para penjajah Inggris di Plymouth dan suku Wampanoag berbagi makanan, seperti unggas, daging rusa, sayuran, dan ikan, untuk merayakan hasil panen mereka.
Baca Juga: 5 Tradisi Presiden AS Rayakan Thanksgiving dari Masa ke Masa, Tahun Ini Diwarnai Pandemi
Selain makan bersama, Thanksgiving pada masa itu juga diisi dengan lomba lari, menembak, dan minum bir oleh para pria.
Tradisi ini kemudian menjadi kebiasaan para kolonial, yang menyebutnya sebagai Thanksgiving Day, sebagai bentuk syukur atas berkah dari Tuhan.
Selama Revolusi Amerika, acara mirip Thanksgiving sering diadakan untuk merayakan kemenangan perang, menjadi simbol budaya rasa syukur.
Pada tahun 1789, George Washington mengeluarkan proklamasi Thanksgiving pertama dari Pemerintah Amerika Serikat, menetapkannya sebagai hari untuk bersyukur atas berakhirnya perang dan pengesahan Konstitusi.
Thanksgiving baru resmi menjadi hari libur nasional pada tahun 1863, setelah Presiden Abraham Lincoln menetapkannya.
Di tengah ketegangan pada abad ke-19, Sarah Josepha Hale, editor majalah Godey’s Lady’s Book, mengkampanyekan Thanksgiving sebagai simbol persatuan.
Berkat upayanya, yang membuatnya dijuluki "Ibu Thanksgiving," Lincoln mendukung gagasan ini dan menetapkan Kamis terakhir November sebagai hari perayaan nasional.
Tradisi utama Thanksgiving adalah makan bersama keluarga, berbagi makanan, dan berkumpul.
Hidangan khasnya adalah kalkun, sehingga Thanksgiving juga dikenal sebagai Hari Kalkun. Kalkun biasanya dimasak dengan cara dipanggang, meskipun ada juga yang menggorengnya.
Selain kalkun, Thanksgiving juga identik dengan hidangan lainnya, seperti pai labu sebagai makanan penutup utama.
Menu lainnya meliputi jagung rebus, kentang tumbuk, saus cranberry, roti, dan berbagai sayuran.
Itulah sejarah singkat dan tradisi yang selama perayaan Hari Thanksgiving yang biasanya diadakan di Amerika Serikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







