Apa Itu Gerhana Matahari Total? Ini Penjelasan dan Perkiraan Terjadinya

AKURAT.CO Fenomena gerhana matahari total kembali menjadi sorotan publik setelah muncul kabar bahwa pada 2 Agustus 2027, dunia akan menyaksikan gerhana matahari total yang diperkirakan berlangsung selama 6 menit 23 detik.
Sebelum membahas lebih jauh tentang peristiwa langka tersebut, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu gerhana matahari total dan mengapa fenomena ini begitu menarik perhatian banyak orang.
Baca Juga: Fakta Menarik Gerhana Matahari Total yang Akan Terjadi Menjelang Lebaran 2024
Apa Itu Gerhana Matahari Total?
Gerhana matahari total adalah fenomena langit yang terjadi ketika posisi Bulan tepat berada di antara Matahari dan Bumi, dan jarak antara ketiganya sedemikian rupa sehingga bayangan inti Bulan yang disebut umbra jatuh langsung ke permukaan Bumi.
Akibatnya, Matahari tampak tertutup sepenuhnya oleh Bulan selama beberapa menit.
Biasanya, durasi maksimal gerhana ini hanya sekitar 7 menit, dan itu pun hanya dapat diamati dari wilayah tertentu yang sangat sempit di permukaan Bumi.
Di luar jalur sempit tersebut, yang terlihat hanyalah gerhana sebagian.
Maka tak heran jika gerhana matahari total menjadi peristiwa langka dan sangat ditunggu-tunggu oleh pecinta astronomi maupun masyarakat umum.
Kapan Gerhana Matahari Total Terjadi?
Gerhana matahari total diperkirakan akan terjadi pada 2027 mendatang.
Fenomena ini bukan sekadar gerhana biasa karena bumi akan berada di aphelion, yaitu titik terjauh dari Matahari, membuat ukuran tampak Matahari di langit sedikit mengecil.
Sementara itu. Bulan akan berada di perigee, posisi terdekatnya dengan Bumi, sehingga tampak lebih besar dan mampu menutupi Matahari sepenuhnya.
Gabungan dari ketiga faktor ini menjadikan gerhana matahari total 2027 salah satu yang paling lama dan paling luas jalurnya dalam abad ini.
Prediksi Jalur Gerhana Matahari Total 2027
Berdasarkan data dari space.com, bayangan total Bulan kali ini akan membentang sepanjang sekitar 258 kilometer dan melewati sejumlah negara di kawasan Eropa, Afrika Utara, hingga Timur Tengah. J
alur gerhana akan dimulai dari Spanyol bagian selatan, lalu bergerak melewati Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Sudan, Arab Saudi, Yaman, hingga Somalia, sebelum akhirnya berakhir di wilayah Samudra Hindia dekat Kepulauan Chagos.
Beberapa kota seperti Luxor di Mesir diperkirakan akan mengalami kegelapan total selama lebih dari enam menit.
Sementara wilayah dengan potensi pengamatan terbaik karena cuaca cerah dan minim awan antara lain adalah Mesir dan Libya, yang terkenal dengan langit musim panasnya yang bersih.
Di Spanyol, momen totalitas diperkirakan terjadi antara pukul 13.30 hingga 14.00 waktu CEST, sementara di kawasan Mesir dan Libya, puncaknya jatuh sekitar pukul 14.00 hingga 14.30 waktu EET.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







