Akurat
Pemprov Sumsel

JF3 Fashion Festival 2025 Perkuat Ekosistem Satukan Komunitas Urban Global

Rizky Dewantara | 1 Agustus 2025, 00:01 WIB
JF3 Fashion Festival 2025 Perkuat Ekosistem Satukan Komunitas Urban Global

AKURAT.CO Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) 2025 kembali digelar dengan gebrakan besar, yang mempertegas posisinya sebagai ekosistem yang menyatukan komunitas urban lintas negara. 

Salah satu sorotan utama tahun ini adalah kembalinya CODE.STRT by DRP, festival streetwear internasional yang menggandeng DRP Paris, bagian dari inisiatif Who’s Next (WSN)-penyelenggara Paris Trade Show. Kolaborasi ini membuka ruang bagi brand lokal Indonesia untuk terkoneksi dengan pelaku industri global.

"JF3 bukan sekadar festival, tapi ekosistem yang menyatukan komunitas urban lintas negara. Tahun ini, selain brand dari Indonesia dan Prancis, kami juga menghadirkan brand dari Jepang," ujar Advisor JF3, Thresia Mareta, Kamis (31/7/2025). 

Baca Juga: Koleksi Les Fragments dan URUB Hadirkan Dialog Tubuh dan Budaya di JF3 2025

CODE.STRT menghadirkan lebih dari 80 booth, dengan 75 di antaranya diisi oleh brand lokal seperti Lakon Indonesia, Untold, Fuguku, BNS Hype, Oxford Society, hingga Future Loundry.

Brand internasional yang tampil, antara lain Pablo T-Shirt Factory, Protect The Children, Pierre Bassene (Prancis), dan Paja Studio (Jepang).

Pengunjung tak hanya bisa menikmati koleksi fashion, tetapi juga produk lifestyle urban lainnya, seperti sneakers, parfum, mainan koleksi, serta kuliner street food. Seluruh transaksi berlangsung secara cashless demi kenyamanan dan efisiensi.

"CODE.STRT adalah contoh nyata akses JF3 untuk brand muda Indonesia agar tampil di panggung global. Melalui jaringan Summarecon Malls, kami membuka jalur kolaborasi lintas batas," kata Chairman JF3, Soegianto Nagaria.

JF3 tahun ini tampil beda, dengan menghadirkan area skateboard vert ramp dan half pipe pertama di ajang fashion Indonesia. Fasilitas ini terbuka bagi pemula hingga profesional, dilengkapi coaching clinic gratis bersama atlet nasional Farel Adi Pamungkas dan Firdausy Nuzula Putra Hartanto, masing-masing berada di peringkat dunia ke-60 dan 61.

Skater seperti Rayhan Tjenreng, Nyimas Bunga Cinta, dan Mikhayla Shanum Caya turut berbagi teknik dan pengalaman mereka.

Baca Juga: JF3 Fashion Festival 2025 Ajak Pelaku Industri Hidupkan Warisan Budaya Lewat Fesyen

Uniknya, semua aksi skating ini dirancang sebagai bagian dari street fashion runway, memadukan unsur mode, musik, dan budaya jalanan dalam satu pertunjukan visual yang memikat.

Tak kalah menarik, area Street Basketball turut menghadirkan freestyle demo, kontes keterampilan, dan turnamen terbuka 3-on-3 dengan total hadiah Rp15 juta. Puncaknya, Celebrity Games pada 2 Agustus akan dimeriahkan oleh Savira Alifa, Wanda, Rico 'Spinboy' Lubis, Ali Budimansyah, dan Vania Valencia.

Panggung runway JF3 hari ini, menjadi ajang unjuk gigi tiga desainer lokal dengan visi yang kuat: NES by HDK, Brilianto, dan SOFIE. Ketiganya menghadirkan koleksi yang tak hanya menampilkan keindahan busana, tetapi juga menyuarakan nilai keberlanjutan, budaya, dan perlawanan terhadap dominasi digital.

NES by HDK, di bawah arahan Helen Dewi Kirana, menampilkan tenun Makassar dan batik hasil daur ulang dalam koleksi bertajuk Batik Baik. Sejak 2014, NES dikenal karena eksplorasi artistik pada batik dan teknik shibori, dan kini semakin lantang mengusung misi sosial dan lingkungan.

"Kami ingin setiap kain punya cerita, dan setiap karya menjadi kontribusi. Mode harus punya suara," kata Helen.

Brilianto mempersembahkan Mahakirti, koleksi glamor dari limbah perca yang terinspirasi tumpukan batu candi. Karya ini menampilkan 40 look ready-to-wear yang mencerminkan seni daur ulang yang dinamis dan sarat makna.

"Ini bukan soal daur ulang semata. Tapi bagaimana kita mengubah sisa menjadi mahakarya," ujar Brilianto.

Sementara itu, SOFIE menyuarakan kegelisahan generasi digital lewat koleksi Algorirebel. Dengan 30 look yang memadukan tenun Baduy, lurik, potongan asimetris, dan cutting eksperimental, SOFIE menekankan pentingnya mempertahankan identitas dan kebebasan berpikir di tengah algoritma yang membentuk realitas.

"‘Algorirebel adalah deklarasi bahwa seni tak boleh dibungkam," tegas sang desainer.

Baca Juga: Indonesia-Prancis Gelar Seminar Dukung Perkembangan UKM Fesyen dan Kerajinan

Festival ini juga dimeriahkan pertunjukan musik dari musisi lokal. Rapper legendaris Saykoji akan tampil pada 1 Agustus, disusul grup pop eksperimental Lomba Sihir pada 8 Agustus. Setiap akhir pekan juga akan diisi dengan penampilan DJ untuk menyemarakkan suasana.

Dengan perpaduan fashion, olahraga urban, musik, dan kolaborasi lintas negara, JF3 Fashion Festival 2025 tak hanya menjadi pesta mode, tapi juga pernyataan bahwa Indonesia siap menjadi pusat kreativitas urban Asia. Seluruh koleksi dari desainer serta produk brand dapat langsung dibeli di area pameran hingga 10 Agustus 2025.

JF3 2025 bukan hanya panggung tren, tapi juga refleksi nilai, identitas, dan semangat zaman. Sebuah bukti bahwa mode Indonesia bukan hanya mengikuti arus global, tapi mampu menjadi arus itu sendiri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.