Maybank Indonesia Gelar Global CR Day, Fokus pada Literasi Hijau dan Keberlanjutan

AKURAT.CO PT Bank Maybank Indonesia, Tbk menggelar Global CR Day 2025 dan Cahaya Kasih 2025-2026 bertema 'The Next Chapter of Negeri di Awan: Literasi Hijau'. Program ini memadukan aksi sukarela karyawan dengan edukasi lingkungan dan literasi bagi anak-anak serta masyarakat.
Kegiatan tahunan ke-13 ini berlangsung serentak di kantor pusat, 66 cabang Maybank Indonesia dan jaringan Maybank Group global. Tahun ini fokusnya meluas dari literasi anak ke literasi hijau yang menekankan kesadaran lingkungan.
Berbagai kegiatan digelar, mulai dari penanaman 2.000 pohon produktif dan pelepasan bibit ikan dalam sistem bioflok. Ada juga lomba mewarnai serta cerdas cermat dan pembentukan laboratorium pengelolaan sampah organik berbasis komposter dan black soldier flies.
Selain itu, setiap cabang Maybank Indonesia ikut menanam minimal 25 pohon di wilayah masing-masing. Kegiatan ini juga melibatkan 25-30 relawan karyawan di setiap cabang.
"Keberlanjutan bukan hanya pada isu lingkungan hidup, tetapi juga sebagai fondasi penting bagi masa depan ekonomi dan sosial masyarakat," ujar Steffano Ridwan selaku Presiden Direktur Maybank Indonesia, saat konferensi pers di Hutan Kota Sangga Buana, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).
Steffano menambahkan, program ini melibatkan anak-anak, orang tua, guru, hingga relawan. Ia berharap Global CR Day 2025 dan Cahaya Kasih 2025-2026 dapat menciptakan generasi yang peduli, tangguh dan siap menghadapi tantangan menuju net zero emission 2050.
Sejalan dengan misi Humanising Financial Services, Maybank Global CR Day tahun ini melibatkan lebih dari 22.000 karyawan di berbagai negara. Di Indonesia, kegiatan ini menargetkan lebih dari 3.000 penerima manfaat dan penanaman setidaknya 2.150 pohon produktif.
Sementara itu, program Cahaya Kasih 2025-2026 menitikberatkan pada literasi keuangan, numerasi dan literasi hijau. Program ini melibatkan 3.600 anak dan 720 orang tua melalui kegiatan rutin dari Oktober 2025 hingga September 2026.
Rangkaian kegiatannya mencakup kunjungan bulanan relawan, pelatihan literasi, serta edukasi pengelolaan sampah organik. Dengan cara ini, program diharapkan memberi manfaat nyata bagi anak-anak dan masyarakat.
"Melalui Cahaya Kasih, kami ingin meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak sebagai generasi bangsa serta menanamkan pemahaman bahwa keberlanjutan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari," pungkas Steffano.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





