Arti Bizu Bizu, Kakou Kakou, Kaku Kaku, hingga Kokua Kokua: Fenomena 'Bahasa Alien' yang Viral di Media Sosial

AKURAT.CO Pernah tanpa sadar membaca kolom komentar TikTok atau Instagram lalu menemukan rangkaian kata aneh seperti bizu bizu, kakou kakou, kaku kaku, atau kokua kokua? Frasa-frasa ini terdengar asing, tidak baku, bahkan seperti bahasa dari planet lain. Namun faktanya, istilah tersebut justru semakin sering digunakan dan dipahami secara kolektif oleh warganet.
Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Di balik bunyinya yang lucu dan berulang, ada pola bahasa, konteks sosial, hingga aspek psikologis yang membuat istilah-istilah ini cepat viral. Lantas, apa sebenarnya arti bizu bizu, kakou kakou, kaku kaku, dan kokua kokua? Apakah berasal dari bahasa asing, atau murni bahasa gaul internet?
Kenapa Istilah Bizu Bizu dan Kawan-Kawan Bisa Viral?
Media sosial melahirkan cara berkomunikasi yang jauh lebih cair dibanding bahasa formal. Warganet cenderung mencari ungkapan singkat yang bisa langsung mewakili emosi, reaksi, atau penilaian tanpa perlu penjelasan panjang.
Istilah seperti bizu bizu atau kokua kokua muncul sebagai respons spontan atas konten tertentu—mulai dari video hewan lucu, bayi menggemaskan, hingga momen absurd yang sulit dijelaskan dengan kata “lucu”, “aneh”, atau “gemas” saja. Karena tidak terikat aturan bahasa, frasa ini terasa lebih bebas, ekspresif, dan mudah ditiru.
Arti Bizu Bizu: Ekspresi Manis Tanpa Makna Resmi
Secara linguistik, bizu bizu tidak tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia maupun kamus bahasa asing. Namun secara bunyi, istilah ini sering dikaitkan dengan kata bisou dalam bahasa Prancis yang berarti ciuman atau ungkapan kasih sayang ringan.
Di media sosial, bizu bizu lebih sering digunakan sebagai ekspresi emosional, bukan kata dengan arti harfiah. Biasanya dipakai untuk menunjukkan rasa gemas, manis, atau reaksi hangat terhadap sesuatu yang dianggap menghibur. Dalam praktiknya, bizu bizu berfungsi sebagai permainan bunyi yang menyampaikan perasaan, bukan pesan literal.
Arti Kakou Kakou: Antara Bahasa Asli dan Bahasa Gaul
Berbeda dengan bizu bizu, kata kakou sebenarnya memiliki arti dalam bahasa Hawai‘i. Kakou berarti “kita semua” atau “kami bersama-sama”, bentuk kata ganti inklusif yang menekankan kebersamaan.
Namun, penggunaan kakou kakou di media sosial Indonesia umumnya tidak merujuk pada makna tersebut. Dalam konteks percakapan online, kakou kakou lebih sering muncul sebagai ungkapan improvisasi yang ritmis dan terdengar lucu. Bahkan, dalam bahasa gaul warganet, kakou kakou kerap dipakai untuk menyindir sikap yang terkesan sok keren, terlalu bergaya, atau dibuat-buat agar terlihat menonjol.
Maknanya sangat kontekstual dan bergantung pada situasi, intonasi, serta konteks konten yang dibahas.
Arti Kaku Kaku atau Keku Keku: Dari Makna Nyata ke Ekspresi Gaul
Istilah kaku sebenarnya punya arti jelas dalam bahasa Indonesia, yakni tidak lentur, tegang, atau kurang fleksibel. Dalam percakapan sehari-hari, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan sikap canggung atau suasana yang tidak mengalir.
Ketika berubah menjadi kaku kaku atau keku keku, maknanya bergeser menjadi bahasa gaul. Istilah ini lazim digunakan untuk menggambarkan situasi yang terasa kikuk, tidak nyaman, terlalu formal, atau gerakan tubuh yang terlihat kaku dan dibuat-buat. Meski bernada kritik, penggunaannya cenderung ringan dan humoris, sehingga tidak terasa menyerang.
Kokua Kokua dan “Bahasa Alien”: Apa Maksudnya?
Istilah kokua kokua juga kerap disamakan dengan keku keku dan disebut sebagai bagian dari “bahasa alien” oleh warganet. Sebutan ini muncul karena bunyinya terdengar tidak lazim dan sering dipadukan dengan ekspresi wajah berlebihan, intonasi suara lucu, atau gestur tubuh yang dramatis.
Dalam ekosistem TikTok, “bahasa alien” bukan merujuk pada bahasa asing sungguhan, melainkan istilah bercanda untuk ungkapan yang:
-
Tidak memiliki arti leksikal di kamus
-
Dipahami melalui emosi dan konteks
-
Digunakan sebagai reaksi spontan yang absurd
Perspektif Linguistik: Kenapa Bunyi Tanpa Arti Bisa Dipahami?
Dalam kajian linguistik, istilah seperti bizu bizu atau kokua kokua dapat dikategorikan sebagai pseudo-word atau onomatope emosional. Onomatope tidak selalu meniru suara benda, tetapi juga bisa mewakili perasaan, mirip dengan “haha”, “uwu”, atau “aduh”.
Karena otak manusia sangat responsif terhadap pola bunyi berulang, ungkapan semacam ini terasa langsung “nyambung” meski tanpa definisi resmi. Konteks visual dan situasi dalam konten media sosial membantu audiens memahami maksudnya secara intuitif.
Perbedaan Nuansa: Kokua vs Keku
Meski sering dianggap serupa, variasi bunyi tetap memberikan nuansa berbeda. Kokua kokua terdengar lebih panjang dan bulat, sehingga kerap digunakan untuk ekspresi gemas atau bingung yang lembut. Sementara keku keku atau kaku kaku terasa lebih pendek dan ritmis, sering dipakai untuk nuansa usil, jahil, atau menyindir ringan.
Perbedaan ini bukan aturan baku, melainkan hasil kebiasaan kolektif warganet dalam memaknai bunyi.
Kesimpulan: Bahasa Gaul Digital yang Mengikat Komunitas
Bizu bizu, kakou kakou, kaku kaku, keku keku, hingga kokua kokua adalah contoh bagaimana bahasa di era digital berkembang secara organik. Meski tidak baku dan tidak tercatat di kamus resmi, istilah-istilah ini berfungsi efektif sebagai alat komunikasi emosional.
Mereka membantu warganet mengekspresikan rasa gemas, canggung, heran, atau menyindir dengan cara yang ringan dan menghibur. Di situlah kekuatan bahasa gaul media sosial: fleksibel, kontekstual, dan mampu menciptakan rasa kebersamaan di antara penggunanya.
Kalau kamu tertarik mengikuti tren bahasa unik lainnya yang sering viral di media sosial, pantau terus update terbaru di AKURAT.CO.
Baca Juga: Arti Kata Jamet Apa Sih dalam Bahasa Gaul? Inilah Penjelasan Akurat
Baca Juga: Intip Arti Kata Gusy, Bahasa Gaul Gen Z yang Sedang Marak di Media Sosial
FAQ
1. Apa arti bizu bizu yang viral di media sosial?
Bizu bizu adalah ungkapan gaul yang digunakan untuk mengekspresikan rasa gemas, manis, atau reaksi hangat terhadap sesuatu. Istilah ini tidak memiliki arti baku di kamus, namun secara bunyi mirip dengan kata bisou dalam bahasa Prancis yang berarti ciuman atau ungkapan kasih sayang.
2. Apakah kakou kakou berasal dari bahasa asing?
Secara bahasa, kata kakou memang ada dalam bahasa Hawai‘i yang berarti “kita semua”. Namun, penggunaan kakou kakou di media sosial umumnya tidak merujuk pada makna tersebut, melainkan sebagai bahasa gaul untuk menyindir sikap sok keren, terlalu bergaya, atau terlihat dibuat-buat.
3. Kaku kaku atau keku keku artinya apa?
Kaku kaku atau keku keku digunakan untuk menggambarkan suasana yang canggung, tidak nyaman, terlalu formal, atau gerakan tubuh yang terlihat tidak luwes. Istilah ini berasal dari kata “kaku” dalam bahasa Indonesia, lalu dimodifikasi menjadi bahasa gaul bernada humor.
4. Apa makna kokua kokua dalam bahasa gaul?
Kokua kokua tidak memiliki arti resmi dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Istilah ini termasuk pseudo-word yang dipakai untuk mengekspresikan rasa gemas, reaksi terhadap hal absurd, atau respons spontan yang sulit dijelaskan dengan kata baku.
5. Kenapa istilah-istilah ini sering disebut “bahasa alien”?
Sebutan “bahasa alien” muncul karena bunyinya terdengar tidak lazim, aneh, dan tidak mengikuti struktur bahasa formal. Istilah ini dipakai warganet sebagai candaan untuk menyebut ungkapan bunyi yang tidak punya arti harfiah, tapi bisa dipahami lewat konteks emosi.
6. Apakah bizu bizu, kakou kakou, dan kokua kokua ada di KBBI?
Tidak. Hingga saat ini, istilah-istilah tersebut belum tercatat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata-kata ini berkembang secara informal di media sosial sebagai bagian dari bahasa gaul digital.
7. Kenapa bahasa gaul berulang seperti ini mudah viral?
Bahasa gaul berulang mudah viral karena:
-
Mudah diingat dan ditiru
-
Terdengar lucu dan ekspresif
-
Fleksibel untuk berbagai konteks
-
Memberikan rasa kebersamaan antar pengguna
Pola pengulangan bunyi juga membantu menyampaikan emosi secara cepat tanpa perlu penjelasan panjang.
8. Apakah penggunaan istilah ini dianggap sopan?
Dalam konteks santai dan percakapan informal, istilah ini umumnya dianggap wajar dan tidak menyinggung. Namun, penggunaannya tetap perlu menyesuaikan situasi, terutama jika berada di ruang formal atau profesional.
9. Apa perbedaan nuansa antara kokua kokua dan keku keku?
Perbedaannya bukan pada arti baku, melainkan nuansa bunyi. Kokua kokua terdengar lebih panjang dan lembut, sering dipakai untuk ekspresi gemas atau bingung. Sementara keku keku terdengar lebih pendek dan tajam, biasanya bernuansa usil atau menyindir ringan.
10. Apakah istilah-istilah ini akan bertahan lama?
Sebagian bahasa gaul media sosial bersifat tren sementara. Namun, beberapa istilah bisa bertahan dan berevolusi jika terus digunakan dan dipahami lintas generasi pengguna internet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








