Hunian ‘Healing Space’ Hadir di PIK 2, Tawarkan Nuansa Villa Ubud di Tengah Kota

AKURAT.CO Perubahan gaya hidup masyarakat urban mendorong lahirnya tren hunian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang pemulihan atau healing space.
Di tengah ritme kota yang semakin cepat dan padat, kebutuhan akan hunian yang mampu menghadirkan ketenangan kini menjadi semakin relevan.
Konsep ini mulai dihadirkan di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) melalui proyek hunian bertajuk Ubud at Pasir Putih Residences.
Mengusung inspirasi suasana alam ala Ubud, hunian ini dirancang dengan pendekatan yang menekankan keseimbangan antara ruang tinggal dan elemen alami.
Desainnya mengintegrasikan taman di dalam rumah, pencahayaan alami, serta ruang terbuka hijau sebagai bagian utama dari pengalaman tinggal.
Konsep ini tidak hanya menghadirkan estetika, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih tenang dan menyegarkan bagi penghuninya.
Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah danau seluas sekitar 16,2 hektare yang dilengkapi hamparan pasir putih di sepanjang tepinya.
Hunian bertajuk Ubud at Pasir Putih Residences di PIK 2.
Area ini dirancang tidak sekadar sebagai elemen visual, tetapi juga sebagai ruang aktivitas warga, mulai dari berjalan santai hingga olahraga ringan.
Kawasan ini juga dilengkapi jogging track sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer yang mengelilingi danau, serta fasilitas clubhouse seluas sekitar satu hektare.
Baca Juga: Polisi Israel Larang Tokoh Katolik Masuk Gereja dalam Misa Minggu Palma
Kehadiran gazebo dan area duduk di tepi danau semakin memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang relaksasi sehari-hari.
Dari sisi hunian, tersedia beberapa tipe unit dengan ukuran lahan mulai dari 8x15 hingga 12x15 meter.
Setiap rumah dirancang dua lantai dengan kapasitas hingga empat kamar tidur dan tiga kamar mandi, serta ruang fleksibel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penghuni.
Konsep “rumah sebagai tempat pulang yang menenangkan” menjadi benang merah dari pengembangan ini.
Di tengah tekanan aktivitas harian, hunian tidak lagi sekadar tempat beristirahat, tetapi juga ruang untuk memulihkan energi dan menjaga keseimbangan hidup.
Dengan harga mulai dari kisaran Rp4,4 miliar, proyek ini menyasar segmen menengah atas, khususnya keluarga urban yang mengutamakan kualitas hidup dan kenyamanan lingkungan.
Ke depan, tren hunian berbasis well-being living diperkirakan akan terus berkembang, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental dan kualitas lingkungan tempat tinggal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










