Akurat
Pemprov Sumsel

Penyebab Rumah Terasa Pengap di Sore Hari dan Cara Mengatasinya

Redaksi Akurat | 11 April 2026, 18:15 WIB
Penyebab Rumah Terasa Pengap di Sore Hari dan Cara Mengatasinya
Penyebab Rumah Terasa Pengap di Sore Hari dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Saat sore menjelang, banyak orang merasa ruang dalam rumah menjadi terasa pengap, sumpek, dan kurang segar.

Meskipun suhu di luar tidak terlalu panas, atmosfer di dalam rumah dapat membuat nafas terasa berat dan suasana tidak nyaman. 

Baca Juga: BTN Salurkan 6 Juta KPR hingga April 2026, Perkuat Transformasi Beyond Mortgage dan Ekosistem Perumahan

Mengapa Rumah Terasa Pengap di Sore Hari?

Suhu, struktur rumah, sirkulasi udara, dan aktivitas di dalam rumah semuanya turut berperan dalam menciptakan kondisi ruangan yang terasa pengap. 

Di sore hari, kombinasi faktor-faktor ini sering menyebabkan udara dalam rumah terasa lebih buruk dibandingkan pagi atau siang.

Penyebab Rumah Terasa Pengap Pada Sore Hari

1. Penumpukan Panas Siang Hari

Saat siang hari, sinar matahari memanaskan dinding, lantai, dan atap rumah. Bahan material seperti beton, genteng, atau kaca menyimpan panas dan melepaskannya secara perlahan sepanjang sore. 

Akibatnya, suhu di dalam rumah tetap hangat bahkan ketika matahari sudah mulai turun. Efek ini membuat udara dalam rumah terasa pengap karena panas tertahan dan tidak cepat hilang.

2. Ventilasi yang Tidak Optimal

Ventilasi merupakan “jendela napas” bagi rumah. Jika jendela, ventilasi, atau celah udara terlalu sedikit atau tertutup rapat, udara panas dan lembap tidak bisa keluar dengan lancar.

Di sore hari ketika aktivitas rumah tinggi (misalnya memasak, orang banyak bergerak), oksigen cepat berkurang dan CO₂ menumpuk, sehingga udara terasa sumpek.

3. Sirkulasi Angin Buruk

Rumah yang tata letaknya kurang mendukung arus masuk dan keluar udara akan terasa pengap, terutama sore hari. Angin luar yang lebih tenang di sore bisa membuat pertukaran udara menjadi lambat.

Tanpa adanya aliran angin yang efektif melalui jendela atau ventilasi silang (cross ventilation), udara panas cenderung “terjebak” di dalam ruang.

4. Aktivitas Dalam Rumah

Kegiatan seperti memasak, menyalakan AC atau kipas angin tanpa perputaran segar, bahkan banyak orang berkumpul dalam satu ruangan bisa meningkatkan kadar CO₂ dan uap air.

Kombinasi udara lembap, panas, dan sirkulasi yang buruk meningkatkan sensasi pengap.

5. Polusi Udara atau Bau dari Luar

Jika rumah berada di area perkotaan atau dekat jalan raya, polusi udara luar saat sore bisa masuk melalui jendela atau ventilasi. 

Gas buang kendaraan, debu, dan bau lain bisa membuat suasana dalam rumah terasa tidak segar dan sulit “bernapas."

6. Kelembapan yang Tinggi

Udara lembap membuat rumah terasa pengap karena uap air dalam udara menghambat proses penguapan keringat dari tubuh. Ketika tubuh sulit mendinginkan diri, kita merasa lebih panas dan tidak nyaman.

Kelembapan tinggi sering terjadi setelah hujan sore atau ketika tanaman dalam rumah banyak menyimpan uap air.

7. Rumah Memiliki Banyak Permukaan Gelap

Permukaan yang menyerap panas seperti cat gelap, lantai hitam, atau furnitur berwarna gelap menyimpan lebih banyak panas siang hari. 

Pada sore, panas tertahan di permukaan tersebut dan dilepaskan perlahan, membuat rumah terasa hangat dan pengap.

8. Ketiadaan Peneduh Eksternal

Tanpa pepohonan, kanopi, atau taman di luar rumah, sinar matahari langsung bisa masuk ke dalam rumah lebih lama. Peningkatan suhu tersebut bertahan hingga sore dan membuat suhu dalam rumah susah turun.

Baca Juga: Pemerintah Akan Bedah 400 Ribu Rumah Rakyat Tahun Ini, Tersebar di Semua Kabupaten/Kota

Cara Mengatasi Rumah yang Terasa Pengap

Berikut ini solusi praktis dan efektif untuk mengurangi rasa pengap di dalam rumah, terutama di sore hari:

1. Buka Ventilasi dan Jendela

Membuka jendela atau ventilasi membuat udara panas yang terperangkap bisa keluar dan digantikan udara segar dari luar.

Idealnya buka dua sisi ruang untuk menciptakan aliran udara silang (cross ventilation).

2. Gunakan Kipas Angin atau Exhaust Fan

Kipas angin bisa membantu sirkulasi udara di dalam rumah, sedangkan exhaust fan menarik udara panas keluar ruangan. Posisikan kipas agar menggiring udara panas keluar dan menarik udara segar masuk.

3. Hindari Mengunci Rumah Sore Hari

Biarkan udara bergerak keluar masuk rumah di sore hari. Membuka pintu atau ventilasi kecil selama beberapa menit bisa membantu menurunkan temperatur ruang.

4. Tambahkan Tanaman Hijau di Dalam dan Sekitar Rumah

Tanaman tidak hanya memperindah ruangan tetapi juga bagus untuk mengurangi panas dan kelembapan. 

Tanaman hijau membantu menyerap sebagian panas dari sinar matahari dan memperbaiki kualitas udara.

5. Gunakan Tirai atau Gorden Pendetak Cahaya Matahari

Tirai berwarna cerah atau gorden yang rapat membantu memblokir sebagian sinar matahari sore yang panas masuk langsung ke ruang tamu atau kamar.

6. Atur Ulang Letak Furnitur

Hindari meletakkan furnitur besar di depan ventilasi karena ini dapat menghambat aliran udara. Tata ulang furnitur untuk membuat jalur udara lebih bebas.

7. Gunakan AC dengan Mode Sirkulasi Udara

Jika memakai AC, pilih mode yang memaksimalkan sirkulasi udara, bukan hanya pendinginan. Ini membantu mengurangi rasa pengap dengan lebih cepat.

Kapan Perlu Khawatir?

Rasa pengap yang terus menerus meskipun setelah ventilasi dibuka atau penggunaan kipas diatur mungkin menandakan:

  • Kelembapan berlebihan

  • Polusi udara dalam rumah tinggi

  • Sirkulasi udara yang sangat buruk

Jika masalah berlanjut, pertimbangkan konsultasi ahli bangunan/ventilasi atau melakukan evaluasi tata letak rumah.

Rumah terasa pengap di sore hari bukan hanya akibat panas luar, tetapi juga karena kombinasi suhu panas yang tersimpan, ventilasi kurang, udara lembap, aktivitas di dalam rumah, serta faktor lingkungan sekitar. 

Dengan langkah-langkah sederhana seperti membuka ventilasi, menata ulang furnitur, menambah tanaman hijau, hingga memanfaatkan fitur sirkulasi udara pada AC atau kipas, suasana rumah bisa kembali sejuk dan nyaman.

Amalia Febriyani (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R