Akurat Logo

DeRUCCI Luncurkan Kasur AI Pertama di Indonesia, DAP Kantongi Hak Distribusi Tunggal

Saeful Anwar | 21 Juli 2026, 19:43 WIB
DeRUCCI Luncurkan Kasur AI Pertama di Indonesia, DAP Kantongi Hak Distribusi Tunggal
Peluncuran AI Mattress dilakukan bersamaan dengan pembukaan flagship store DeRUCCI di Gading Serpong, Tangerang, Selasa (21/7/2026).

AKURAT.CO Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini merambah industri perlengkapan tidur. Merek premium asal China, DeRUCCI, resmi meluncurkan AI Mattress atau kasur berbasis AI pertama di Indonesia sekaligus menunjuk PT Duta Abadi Primantara (DAP) sebagai distributor tunggal melalui skema joint venture.

Peluncuran AI Mattress dilakukan bersamaan dengan pembukaan flagship store DeRUCCI di Gading Serpong, Tangerang, Selasa (21/7/2026).

Kehadiran produk ini menjadi bagian dari strategi perusahaan menghadirkan healthy sleep ecosystem atau ekosistem tidur sehat berbasis teknologi di Indonesia.

Presiden Direktur PT Duta Abadi Primantara (DAP), Anthony Setiawan, mengatakan, kerja sama dengan DeRUCCI tidak hanya memberikan hak distribusi eksklusif, tetapi juga membuka peluang alih teknologi hingga produksi smart bedding di Indonesia.

"Kerja sama ini berbentuk joint venture. Ada dua hal, yakni distribusi tunggal dan license to produce. Jika memungkinkan ke depan akan ada transfer teknologi sehingga produk bisa diproduksi atau dirakit di Indonesia dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN)," kata Anthony.

Menurut Anthony, DAP memilih DeRUCCI karena memiliki visi yang sejalan dalam menghadirkan produk premium berbasis inovasi teknologi.

"Di China pasarnya sangat kompetitif. Kami sudah lama mengenal DeRUCCI dan melihat visi mereka sejalan dengan DAP, terutama dalam inovasi teknologi dan pengembangan produk premium," ujarnya.

Anthony memastikan teknologi AI yang diterapkan pada kasur tersebut aman digunakan masyarakat meski terhubung dengan listrik.

Menurutnya, teknologi sensor pintar itu telah lama digunakan di berbagai negara dan memenuhi standar keamanan internasional.

"Teknologi chip seperti ini bukan hal baru. Sudah lama digunakan di luar negeri dan telah memenuhi standar keamanan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir soal radiasi," katanya.

Ia menjelaskan AI Mattress bekerja menggunakan algoritma kecerdasan buatan yang mempelajari kebiasaan tidur pengguna, mulai dari perubahan posisi tubuh, pola pernapasan hingga tingkat kenyamanan selama tidur.

Data tersebut kemudian diolah untuk menyesuaikan tingkat penyangga kasur secara otomatis sesuai karakteristik masing-masing pengguna.

"Semakin lama digunakan, AI akan mempelajari kebiasaan tidur pengguna lalu menyesuaikan tingkat kenyamanan yang paling optimal. Semua itu dapat dipantau melalui aplikasi yang terhubung langsung dengan kasur," jelasnya.

Baca Juga: Kejagung Tak Boleh Tebang Pilih, Febrie Adriansyah Harus Segera Ditahan

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.