Ketika Fashion Bicara soal Luka, Augea Fashion Show Suarakan Perlindungan Anak di PIK

AKURAT.CO Fashion tak selalu berbicara tentang tren, warna, atau gaya terbaru. Di Sunset Pier, Pantai Indah Kapuk (PIK), sebuah peragaan busana justru membawa isu yang jarang muncul di atas runway: kekerasan seksual dan perlindungan anak.
Pesan tersebut menjadi napas utama Augea Fashion Show yang digelar Komunitas Augea Buddy bersama Friends Hub dengan dukungan Commercial Retail 2 Agung Sedayu Group.
Mengambil latar kawasan tepi laut Sunset Pier, peragaan ini mengubah runway menjadi medium kampanye sosial.
Sejumlah busana karya Wardatussyifa dirancang untuk merepresentasikan pengalaman korban kekerasan seksual, mulai dari luka, trauma, ketakutan, hingga keberanian menjalani proses pemulihan.
Pesan itu diterjemahkan melalui permainan siluet, tekstur, detail, serta narasi visual yang menyertai setiap karya.
Fashion pun tidak berhenti sebagai sesuatu yang dinikmati secara estetis, tetapi menjadi bahasa untuk membicarakan persoalan kemanusiaan.
Designer sekaligus Creator Augea Fashion Show Ausyifa mengatakan, pendekatan artistik dipilih untuk membuka ruang refleksi terhadap kekerasan seksual yang hingga kini masih terjadi di tengah masyarakat.
Augea Fashion Show yang digelar Komunitas Augea Buddy bersama Friends Hub dengan dukungan Commercial Retail 2 Agung Sedayu Group.
Menurut dia, fashion dapat menjadi medium komunikasi dan ekspresi artistik untuk menyampaikan pesan kemanusiaan sekaligus mengajak masyarakat melihat persoalan kekerasan seksual yang terkadang masih dipandang sebelah mata.
Pesan tersebut semakin kuat karena runway diisi model anak bersama sejumlah figur muda.
Miss Universe Indonesia 2024 Clara Shafira tampil bersama Unique Face Puteri Indonesia 2025 Celine Nono, Harumi Anya, Lula Almadira, Daniel Ming, dan Vallerie Wardhana.
Kehadiran anak-anak dalam peragaan ini sekaligus menegaskan pesan utama mengenai pentingnya membangun lingkungan yang aman bagi mereka.
Perlindungan anak tidak ditempatkan sebagai isu yang hanya dibicarakan dalam forum formal, tetapi dibawa ke ruang publik melalui pendekatan kreatif yang dekat dengan generasi muda.
Commercial Retail 2 Division Head Arkana – Agung Sedayu Group, Lina Huwan, mengatakan, kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya menjadikan Sunset Pier sebagai ruang yang mempertemukan gaya hidup, kreativitas, komunitas, dan aktivitas sosial.
“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan Sunset Pier sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan pengalaman gaya hidup, hiburan, dan kreativitas, tetapi juga menjadi ruang yang mempertemukan komunitas, pelaku kreatif, serta berbagai inisiatif yang membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujar Lina, Selasa (11/8/2026).
Menurut Lina, kolaborasi antara fashion, seni, dan komunitas memiliki potensi untuk menumbuhkan kepedulian sosial, terutama mengenai perlindungan anak serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan saling menghargai.
Baca Juga: YouTube Perketat Syarat Monetisasi Mulai 2027, Watch Time Naik Jadi 8 Ribu Jam
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









