AKURAT.CO Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki mendorong agar lebih banyak forum perdagangan digelar di luar negeri, guna memperluas peluang pasar ekspor UMKM.
Teten, dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Sabtu (21/9/2024), mengatakan bahwa pemerintah telah proaktif dalam memfasilitasi UMKM Indonesia untuk menembus pasar global melalui penyelenggaraan berbagai forum perdagangan di luar negeri, salah satunya forum di Kedutaan Besar RI di Washington, AS, yang berhasil mencatatkan potensi ekspor sebesar Rp7 miliar.
Potensi ekspor tersebut dicatatkan oleh 13 UKM yang difasilitasi oleh Kemenkop UKM, mulai dari sektor fashion dan furnitur dengan potensi transaksi terbesar, hingga sektor makanan dan minuman, serta startup. Forum itu diikuti oleh 120 peserta luring dan 50 peserta daring, terdiri dari pelaku UMKM Indonesia, asosiasi bisnis di AS, hingga buyer potensial.
“Keberhasilan ini menjadi gambaran betapa besarnya potensi akses pasar di AS bagi UMKM Indonesia. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa produk kita memiliki kualitas kelas dunia dan dapat diterima di pasar global,” ujar Teten.
“Selanjutnya, kami akan menyiapkan katalog dan sampel produk untuk dikirimkan kepada calon buyer yang ditemui pada forum perdagangan, sekaligus melakukan pemantauan secara berkala,” tambah dia.
Selain itu, ia juga menyoroti peran krusial agregator dalam memperluas jangkauan pasar UMKM Indonesia di Amerika Serikat. Dia menekankan bahwa selain diaspora Indonesia, potensi pasar juga terbuka lebar melalui kerja sama dengan importir dari Asia, khususnya anggota Asian American Chamber of Commerce (AACC), yang telah menyatakan minat terhadap produk-produk lokal Indonesia.
“Tahun lalu Smesco berhasil melakukan penjajakan antara UMKM Indonesia dan pembeli dari Jepang, Korea, Belanda, dan Swiss. Tahun ini harus bertambah lagi satu negara pasar tujuan, yaitu Amerika Serikat,” kata dia.
Teten berharap KBRI Washington bersama seluruh pemangku kepentingan dapat terus mengawal berbagai permintaan yang datang dari buyer potensial maupun peluang kerja sama dengan berbagai pemangku kebijakan.
“Kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, hingga perbankan perlu terus ditingkatkan agar upaya untuk memperluas pasar UMKM Indonesia menembus pasar AS semakin berdampak,” tukasnya.
Kementerian Perdagangan RI mencatat AS merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia. Dalam lima tahun terakhir (2019-2023), ekspor Indonesia ke AS terus meningkat dengan rata-rata sebesar 9,89% per tahun.
Pada 2023, total perdagangan kedua negara mencapai USD34,52 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia ke AS sebesar USD23,25 miliar dan impor Indonesia dari AS sebesar USD11,27 miliar. Produk utama ekspor Indonesia meliputi pakaian (apparel), alas kaki, produk karet, elektronik, furnitur, dan hasil laut (seafood).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









