Perlunya Kebijakan Investasi Yang Mendukung UMKM Sebagai Rantai Pasok
Demi Ermansyah | 28 September 2024, 15:45 WIB

AKURAT.CO Presiden Jokowi beberapa waktu lalu menyampaikan bahwasanya saat ini Indonesia sedang berada dalam ancaman fenomena Gig Economy (ekonomi paruh waktu), di mana banyak para perusahaan memperkenakan pekerja paruh waktu dengan monrrak jangka pendek, yang pada akhirnya hanya akan mengancam, sektor industri dan pasar kerja Indonesia.
Merespon hal tersebut, Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, menyampaikan bahwa fenomena Gig Economy tentunya bisa menjadi kenyataan, apabila sektor industri terus mengalami deindustrialisasi. Namun, hal ini bisa dicegah dengan melakukan hilirisasi di sektor UMKM.
"Jangan lagi lihat UMKM hanya sebagai penyelamat ekonomi atau ekonomi subsisten yang hanya untuk kebutuhan keluarga," kata Teten saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Jumat (27/9/2024).
Meskipun begitu, dirinya juga mengakui bahwa sebagian besar UMKM masih belum terhubung dengan sektor industri secara signifikan. "Oleh karena itu, perlu kebijakan investasi di sektor industri yang mendukung. Perusahaan besar nggak akan mau menggandeng UMKM sebagai rantai pasok kalau kebijakan investasinya nggak mendukung," tambahnya.
Sebagai informasi, Gig Economy merujuk pada tren di mana perusahaan lebih memilih untuk mempekerjakan pekerja paruh waktu atau kontrak jangka pendek, daripada pekerja tetap. Fenomena ini bisa berdampak negatif pada sektor industri dan pasar kerja Indonesia, terutama dalam hal stabilitas pekerjaan dan kesejahteraan pekerja.
Di mana gig Economy dapat menyebabkan kurangnya kepastian kerja, pekerja tidak mendapatkan jaminan pekerjaan jangka panjang, sehingga mereka lebih rentan terhadap kehilangan penghasilan. Kemudian minimnya Perlindungan Sosial, karena pekerja gig biasanya tidak mendapatkan asuransi kesehatan, pensiun, atau tunjangan lainnya yang diberikan kepada pekerja tetap.
Dan yang terakhir, deindustrialisasi. Jika sektor industri lebih mengandalkan pekerja paruh waktu, hal ini bisa melemahkan struktur industri secara keseluruhan, karena kurangnya komitmen dari pekerja yang mungkin tidak memiliki hubungan jangka panjang dengan perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








