Berantas Kemiskinan, Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
Demi Ermansyah | 22 Januari 2025, 15:26 WIB

AKURAT.CO Kemiskinan masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah, terutama di kelompok keluarga rentan.
Dimana menurut Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM), Helvi Moraza, optimistis bahwa PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bisa menjadi solusi nyata untuk memberantas kemiskinan sekaligus memperluas lapangan kerja.
Helvi menjelaskan bahwa PNM tidak hanya memberikan pinjaman finansial kepada pengusaha ultra mikro, tetapi juga semangat baru bagi mereka yang ingin memulai atau mengembangkan usahanya.
“Kehadiran PNM memberikan napas baru bagi masyarakat, terutama mereka yang rentan miskin. Dengan dukungan ini, UMKM mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas,” kata Helvi dalam keterangannya, Rabu (22/1/2025).
PNM juga berfokus pada pengembangan manusia. Selain mendukung pembiayaan usaha, mereka melatih pelaku usaha dalam mengelola bisnis, bahkan bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki latar belakang wirausaha.
"Bukan cuma soal pinjaman, tapi mereka juga diajarkan bagaimana menjalankan usaha secara profesional. Jadi, yang tadinya tidak percaya diri berbisnis, kini punya peluang lebih besar untuk sukses,” jelas Helvi.
Dengan model pembinaan ini, banyak nasabah PNM yang berhasil meningkatkan plafon pinjaman mereka. Ini menjadi indikator bahwa usaha yang dijalankan nasabah berkembang pesat dan mampu berkontribusi pada perekonomian lokal.
Tak hanya itu, PNM juga membina pengusaha ultra mikro hingga ke pulau-pulau kecil, sebuah langkah konkret untuk menyentuh masyarakat di pelosok.
"Kami melihat hasil nyata dari kehadiran PNM. Ini bukan hanya soal membina UMKM, tapi juga memperkuat ekonomi lokal dan mengentaskan kemiskinan,” tegas Helvi.
Melalui sinergi dengan PNM, Helvi memastikan bahwa pemerintah akan terus menyiapkan talenta terbaik di setiap daerah, dengan target membawa pengusaha ultra mikro naik kelas dan memberikan dampak positif yang lebih luas.
“UMKM adalah senjata untuk memerangi kemiskinan, dan PNM jadi ujung tombaknya,” tukas Helvi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







