AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menggandeng Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) untuk meningkatkan ekspor Indonesia serta memfasilitasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Budi, kolaborasi dengan GPEI menjadi salah satu kunci sukses untuk mendukung program Kemendag yang bertujuan memperluas ekspor Indonesia, terutama dengan mengoptimalkan potensi UMKM.
Salah satunya lewat program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor), yang diharapkan dapat membawa UMKM Indonesia lebih dikenal di pasar global.
Kemendag, menurut Budi Santoso, terus memperkuat kerjasama dengan berbagai asosiasi pelaku usaha, termasuk GPEI, agar ekspor Indonesia dapat terus berkembang.
Baca Juga: Peduli Pemberdayaan UMKM, AdaKami Berikan Permodalan Kepada Petani di Ciamis
Fokus utama adalah memastikan UMKM tidak hanya menguasai pasar domestik tetapi juga dapat menembus pasar internasional.
Ini merupakan bagian dari misi Kemendag untuk menciptakan peluang ekspor yang lebih besar bagi sektor UMKM.
Dalam kesempatan tersebut, Mendag berharap agar GPEI dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung program pemerintah, terutama dalam hal peningkatan kemampuan UMKM untuk berorientasi ekspor.
“Kami ingin memastikan UMKM kita memiliki daya saing yang kuat, baik di pasar lokal maupun global,” ujar Budi di sela pelantikan Dewan Pusat GPEI di Jakarta pada Rabu (22/1/2025).
Ia pun berharap sinergi antara Kemendag dan GPEI dapat terus berlanjut untuk mencapai target ekspor yang lebih tinggi pada tahun 2025.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, GPEI, yang kini memiliki pengurus baru untuk periode 2024–2029, diharapkan bisa menjadi motor penggerak dalam meningkatkan ekspor Indonesia, khususnya melalui sektor UMKM.
Dengan kepengurusan baru, GPEI bertekad untuk semakin intens dalam memberikan dukungan kepada pelaku usaha agar mereka dapat memanfaatkan peluang ekspor dengan lebih optimal.
Benny Soetrisno, Ketua Umum GPEI periode 2024–2029, mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan penuh terhadap program-program Kemendag.
GPEI, menurutnya, akan berfokus pada pengembangan UMKM dengan memberikan edukasi yang tepat, serta menjembatani komunikasi antara pembeli mancanegara dengan pelaku UMKM di Indonesia.
"Pertemuan antara pembeli luar negeri dan pelaku usaha Indonesia menjadi salah satu langkah penting untuk memperkenalkan produk Indonesia ke pasar internasional," ujarnya.
Selain itu, Benny juga menekankan pentingnya upaya advokasi dan mediasi bagi UMKM yang ingin menembus pasar ekspor. Ia menjelaskan bahwa GPEI akan membantu mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli asing melalui berbagai platform dan pertemuan internasional.
Ini akan memberikan kesempatan bagi UMKM untuk lebih memahami kebutuhan pasar global dan menyesuaikan produk mereka sesuai dengan permintaan yang ada.
Seiring dengan target ekspor nasional yang diperkirakan mencapai 7,1% pada 2025, kolaborasi antara Kemendag dan GPEI diharapkan dapat menghasilkan peningkatan yang signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









