Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Inovasi, Menteri Maman: UMKM Tetap Didukung Pemerintah

AKURAT.CO Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menilai kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah saat ini menjadi peluang untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi, terutama dalam program-program yang mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Efisiensi ini kami anggap sebagai hal yang positif. Kami terdorong untuk membangun kolaborasi yang lebih efektif antar kementerian,” kata Maman dalam konferensi pers, Selasa (6/5/2025).
Efisiensi anggaran diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, yang menargetkan penghematan hingga Rp306,69 triliun, termasuk pengurangan belanja perjalanan dinas, infrastruktur, dan pembelian barang.
Baca Juga: Banyak Korban PHK Beralih Jadi Pelaku UMKM, Pemerintah Harus Beri Pendampingan
Namun, Maman menekankan bahwa dukungan terhadap UMKM tidak masuk dalam daftar pemangkasan anggaran.
“Transaksi pengadaan untuk produk UMKM masih berlangsung. Tidak ada perubahan dalam alokasi minimal 40 persen untuk produk UMKM,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi penting di tengah kondisi ekonomi yang melambat. Menurut BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 hanya mencapai 4,87% secara tahunan, menurun dari 5,11% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan kualitas program. Efisiensi bukan berarti mengurangi substansi manfaat yang diterima masyarakat, terutama pelaku UMKM.
Baca Juga: BUMA Kembangkan Aplikasi Terpadu Untuk UMKM, Bidik Pengelolaan Aset Rp750 Miliar pada 2030
“Yang penting bukan target serapan, tapi kualitas output. Kami ingin UMKM tetap mendapat pasar dan dukungan yang layak di tengah keterbatasan fiskal,” ujar Maman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








