Akses Kredit UMKM Masih 20%, Wamen UMKM Soroti Tantangan Struktural Pembiayaan

AKURAT.CO Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Moraza, menyoroti rendahnya porsi pembiayaan formal yang diterima pelaku UMKM dari sektor perbankan nasional. Hingga saat ini, kredit perbankan yang mengalir ke UMKM baru mencapai sekitar 20,32%.
Hal tersebut diungkapkan Helvi saat membuka Seminar Nasional Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKA FEB) Universitas Andalas.
Seminar tersebut mengangkat tema 'Memperkuat Resiliensi Ekonomi Nasional di Tengah Ketidakpastian Global: Sinergi Kebijakan UMKM'.
Baca Juga: Tak Hanya Perusahaan Besar, UMKM Juga Butuh Perlindungan dari Aksi Premanisme Berkedok Ormas
Menurut Helvi, tantangan utama akses permodalan bagi UMKM masih bersifat struktural.
"Kita masih menghadapi masalah struktural yaitu rendahnya akses UMKM terhadap pembiayaan formal," ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian UMKM mendorong sinergi kebijakan antara pelaku UMKM, sektor perbankan, dan lembaga pengawas keuangan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).
Strategi yang tengah dikembangkan meliputi penyederhanaan prosedur pinjaman, digitalisasi Nomor Induk Berusaha (NIB), serta peralihan sistem pembiayaan berbasis produktivitas, bukan semata jaminan aset.
"Transmisi kebijakan moneter harus semakin inklusif agar UMKM bisa merasakan manfaatnya, baik dari sisi pelonggaran likuiditas maupun insentif bagi lembaga keuangan yang menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif," kata Helvi.
Baca Juga: Lewat Program BISA Ekspor, UMKM RI Sasar Pasar Nigeria
Lebih lanjut Helvi mengeaskan bahwa ke depan, pemerintah juga akan menguatkan ekosistem kelembagaan UMKM agar pelaku usaha kecil dan mikro dapat terhubung dengan rantai pasok industri nasional dan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






