Penertiban Impor Ilegal Jadi Angin Segar bagi UMKM Clothing

AKURAT.CO Penertiban produk impor ilegal yang dilakukan pemerintah dinilai menjadi momentum penting bagi kebangkitan UMKM clothing lokal di Indonesia.
Kebijakan tersebut membuka ruang persaingan yang lebih sehat sekaligus memberi harapan baru bagi industri sandang nasional yang selama ini tertekan oleh banjir produk murah dari luar negeri.
CEO Sinergi ADV Nusantara, Prama Tirta Leksana, mengatakan UMKM lokal membutuhkan perlindungan nyata melalui regulasi yang berpihak serta penegakan hukum yang konsisten. Ia menilai langkah pemerintah menutup peredaran produk impor ilegal merupakan sinyal positif bagi pelaku usaha dalam negeri.
Baca Juga: Simak Kelebihan dan Kekurangan WhatsApp Business untuk UMKM
“Sudah saatnya clothing lokal bangkit pasca penutupan produk impor ilegal. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi soal keberlangsungan UMKM dan industri nasional,” ujar Prama di Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, dukungan aparat seperti TNI dan Polri dalam penggerebekan besar-besaran produk ilegal patut diapresiasi karena berdampak langsung terhadap ekosistem usaha lokal, khususnya di daerah seperti Bali yang menjadi pusat distribusi dan konsumsi produk fashion.
“Kita apresiasi peran Pak Purbaya, Pak Presiden, serta TNI dan Polri yang sudah melakukan penggerebekan besar-besaran. Ini memberi napas bagi UMKM untuk kembali bergerak,” kata dia.
Prama juga menyoroti rencana Presiden Prabowo Subianto yang membuka peluang pendirian BUMN khusus sektor tekstil. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi menjadi tulang punggung baru bagi industri hulu-hilir tekstil nasional sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja.
“Yang terbaru, Pak Prabowo siap mendirikan BUMN tekstil. Harapannya ini bisa mendongkrak UMKM agar lebih maju, karena saat ini Indonesia sangat membutuhkan jutaan lapangan kerja,” ujarnya.
Baca Juga: Shopee Super Awards 2025 Apresiasi 42 Brand hingga UMKM Penggerak Ekonomi Digital
Lebih lanjut, Prama menegaskan kebangkitan industri sandang nasional tidak bisa hanya mengandalkan satu kebijakan. Ia menyebut ada tiga kunci utama agar UMKM clothing lokal benar-benar tumbuh berkelanjutan.
“Kuncinya ada tiga. Pertama, regulasi yang bagus dan melindungi UMKM. Kedua, penegakan hukum. Ketiga, rasa cinta dan kesadaran masyarakat terhadap produk lokal,” tegasnya.
Dirinya juga menilai gerakan kesadaran terhadap produk lokal kini mulai terbentuk, salah satunya melalui komunitas dan brand-brand lokal yang memiliki basis penggemar kuat. Menurut Prama, hal ini menjadi modal sosial penting bagi UMKM untuk naik kelas.
Grind Boys yang terdiri dari para Kreator Konten seperti Gopar, Wancoy, Rico juga ikut mendukung UMKM terutama di bidang Tekstil.
“Grind Boys ini penggemarnya luar biasa. Saya merasakannya setelah podcast. Semua punya brand masing-masing, dari Gledek, Reto, sampai Skut. Visinya sama, bukan untuk pribadi, tapi bagaimana industri sandang nasional bisa maju dan berjalan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





