Jamkrindo Perluas Akses Kredit, 5,65 Juta UMKM Terbantu

AKURAT.CO PT Jamkrindo mencatat nilai penjaminan kredit untuk sektor UMKM mencapai Rp247,57 triliun sepanjang 2025, dengan jumlah pelaku usaha terjamin mencapai 5,56 juta UMKM dan koperasi.
Plt Direktur Utama PT Jamkrindo, Abdul Bari, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti peran strategis industri penjaminan dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
“Hingga Desember 2025, Jamkrindo telah memberikan penjaminan sebesar Rp247,57 triliun dengan jumlah terjamin sekitar 5,56 juta UMKM,” kata Abdul Bari dalam acara Webinar Penguatan Ekosistem Penjaminan Kredit UMKM untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan Akurat.co bersama OJK, BTN dan Jamkrindo, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Jamkrindo: Akses Pembiayaan Masih Jadi Masalah Klasik UMKM
Secara kumulatif, lanjut Bari, sejak 2015 hingga 2025, total nilai penjaminan yang telah disalurkan Jamkrindo mencapai sekitar Rp1.200 triliun.
Oleh karena itu, Bari akui capaian tersebut mencerminkan kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi inklusif dan penguatan sektor UMKM.
Selain penjaminan kredit, Jamkrindo juga menjalankan sejumlah program pendampingan dan pemberdayaan, termasuk bagi perempuan pelaku usaha dan penyandang disabilitas.
Perusahaan juga menyediakan platform UMKM Layak, yang dirancang untuk memudahkan pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan, pelatihan manajemen, hingga pendampingan usaha.
“Platform ini memudahkan UMKM menyampaikan kebutuhan mereka, apakah pembiayaan, pelatihan, atau pendampingan,” ujar Abdul Bari.
Tidak hanya itu saja, tambah Bari, Jamkrindo juga aktif menjalin kolaborasi dengan perbankan dan lembaga pembiayaan untuk memperluas akses pasar UMKM, termasuk membuka peluang pemasaran hingga ke pasar internasional.
Baca Juga: Program Gentengisasi Hidupkan Kembali UMKM Genteng di Purwakarta
Saat ini, Jamkrindo memiliki jaringan layanan yang terdiri dari 9 kantor wilayah, 54 kantor cabang, dan 15 kantor pelayanan, untuk mendukung pemerataan akses pembiayaan di berbagai daerah.
Abdul Bari menegaskan, perusahaan menargetkan cakupan penjaminan UMKM yang semakin luas menuju 2045, sejalan dengan visi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









