Akurat Logo

Indonesia Bidik Ekspor UMKM Lewat Digitalisasi dan AI

Andi Syafriadi | 31 Mei 2026, 08:30 WIB
Indonesia Bidik Ekspor UMKM Lewat Digitalisasi dan AI
Indonesia mendorong UMKM memanfaatkan AI, e-commerce, dan pembayaran lintas negara untuk memperluas akses pasar global di tengah perubahan rantai pasok dunia.

AKURAT.CO Pemerintah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses ke pasar global di tengah perubahan lanskap perdagangan internasional.

Upaya tersebut menjadi salah satu fokus delegasi Indonesia dalam The 61st APEC Small and Medium Enterprises Working Group Meeting (SMEWGM) yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pada 21–22 Mei 2026.

Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana, mengatakan forum tersebut membahas berbagai strategi pemanfaatan teknologi guna meningkatkan daya saing UMKM di pasar internasional.

Baca Juga: Jawab Keluhan UMKM, Menteri Busan Siapkan Aturan Baru Marketplace yang Lebih Adil

“Kami mewakili Indonesia bersama para anggota APEC mendiskusikan berbagai strategi pemanfaatan teknologi untuk mendorong UMKM menembus pasar global,” ujar Reghi dalam keterangan resmi.

Forum yang diikuti 21 ekonomi anggota APEC itu berlangsung di tengah perubahan rantai pasok global, perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta meningkatnya kebutuhan transformasi digital bagi pelaku usaha.

Data APEC menunjukkan lebih dari 97 persen pelaku usaha di kawasan Asia-Pasifik berasal dari sektor UMKM. Sektor tersebut juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dan menyumbang sekitar separuh output sektor swasta di kawasan.

Menurut Reghi, besarnya kontribusi UMKM di kawasan menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok global melalui pemanfaatan teknologi.

Sejumlah instrumen yang dinilai dapat dimanfaatkan antara lain platform e-commerce, sistem pembayaran lintas negara (cross-border payment), hingga pemanfaatan AI untuk analisis pasar dan perilaku konsumen.

Pemerintah juga mengembangkan platform SAPA UMKM sebagai sistem data tunggal yang mengintegrasikan berbagai layanan pemberdayaan usaha, mulai dari pembiayaan hingga pendampingan usaha.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat akses pasar internasional menjadi salah satu agenda utama dalam Rencana Strategis SMEWG APEC 2025–2028, bersama penguatan ekosistem startup, akses pembiayaan, transformasi digital, dan ekonomi hijau.

Baca Juga: OJK Perluas Program Ekonomi Daerah, UMKM Jadi Prioritas

Bagi Indonesia, pemanfaatan teknologi tidak hanya menjadi sarana memperluas pasar, tetapi juga strategi untuk meningkatkan daya saing UMKM nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.