Akurat Logo

Setiap Jumat, Uang Tukang Bangunan Pulang ke Kampung dari Warung Fatimah

Yosi Winosa | 2 Juni 2026, 10:30 WIB
Setiap Jumat, Uang Tukang Bangunan Pulang ke Kampung dari Warung Fatimah
Siti Fatimah, pemilik Fanisa Cell bersama sang suami

AKURAT.CO Siti Fatimah (35) memulai usaha toko kelontong di Jalan Raya Krukut, Depok sekitar tahun 2017. Wanita asal Margasari, Kabupaten Tegal ini fokus pada usaha warung, sementara suaminya yang asli Jember, Jawa Timur fokus berjualan mie ayam dan bakso, masih sederet dengan toko Fatimah.

Awalnya mereka masih mengontrak di sekitaran Jalan Erha Dalem, Kelurahan Gandul, Cinere, Depok, sebelum akhirnya memiliki rumah pribadi dari hasil menabung dan usaha toko yang buka setiap harinya pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB tersebut.

Suatu hari saat Fatimah mudik, ia lupa bahwa seharusnya di hari-hari itu waktunya membayar kontrakan. Namun kepalang tanggung uangnya terbawa mudik. Siapa sangka peristiwa itu malah menginspirasinya untuk menjadi Agen BRILink pada 2021.

Baca Juga: Tatang, Perantau Asal Kuningan Sukses Jadi Agen BRILink Jawara dari Awalnya Jualan Rokok Gerobakan

“Awal mulanya sih pas waktu itu pulang kampung, saya kan mau bayar kontrakan. Karena uangnya kebawa mudik, saya nyari lah BRILink di kampung. Lumayan susah, terus kalau pun ada harga adminnya lumayan mahal. Di situ tuh terinspirasi jadi agen BRILink. Yasudah sesampainya di Depok, saya daftar, lumayan cepat perkembangannya di awal, langsung berkembang gitu,” cerita Fatimah.

Fatimah merasakan era-era “keemasan” menjadi agen BRILink kala itu ketika belum banyak aplikasi pembayaran sejenis. Sudah 9 tahunan Fatimah dan suami menjalankan usaha. Sementara untuk keagenan BRILink sendiri baru 5 tahunan.

“Manfaatnya sebenarnya ke kami sendiri sudah ya, termasuk memenuhi kebutuhan keluarga, transaksi-transaksi ini ya jadi nambah ilmu bisnis gitu kan istilahnya. Sama ke lingkungan mungkin turut mempermudah mereka lebih mudah dan nyaman dalam bertransaksi, bayar-bayar dan tarik setor tunai,” kata Fatimah.

Secara ekonomi, lanjut Fatimah, manfaat keagenan BRILink sangat besar terutama di awal-awal ketika sedang “gacor-gacornya”. Namun dua tahun belakangan sejak marak aplikasi DANA dan konter-konter perang harga, volume transaksi terutama untuk pembayaran berkurang.

Daya saing pun turut diuji. Ketika para konter dengan bebas mematok harga fee admin Rp5.000 tanpa ada potongan, agen BRILink harus berbagi porsi fee based 50%-50%. Belum lagi bicara soal risiko bisnis. Salah pencet angka sekali saja, modal bisa melayang.

“Dulu kan sempat ada yang jaga (mempekerjakan karyawan), sering juga kelebihan 0 satu aja, modal bisa tergerus. Walaupun kita sudah cek berulang tapi namanya kalau lagi ramai, transaksi bersamaan, ada aja miss nya kalau enggak teliti betul-betul,” kenang Fatimah.

Beruntungnya, transaksi tarik dan setor tunai tak terdampak, terutama disokong para mandor dan tukang proyek di sekitar warung. Sementara mandor kerap bertransaksi tarik tunai untuk dibagikan ke para tukang, sebaliknya tukang setor tunai untuk ditransfer ke keluarga mereka.

“Ya tapi hamdalah masih ada saja, masih didukung juga proyek-proyek di sekitar sini entah itu lapangan padel, kebidanan, jadi masih jalan. Kebanyakan kalau di proyek lapangan padel orang sunda, yang kebidanan orang jawa. Kadang juga orang lewat mereka mau bayaran apa angsuran apa gitu, suka ada aja. Banyaknya sih transfer, tarik tunai juga. Fee based sebulanan masih dapet lah jutaan,” tutur Fatimah.

Terkadang kerabat dan teman juga bertransaksi di warung Fatimah. Kebetulan Fatimah punya beberapa keluarga di kota. Termasuk sang kakak, yang menjadi pengusaha depo minuman tepat di sebelah warung Fatimah.

Fokus ke Sekolah Anak

Fanisa Cell terletak di Jalan Raya Krukut sebrang perumahan New Land Matoa

Fatimah kini memiliki 2 putra dan 1 putri. Anak pertama putra masih balita, yang kedua juga putra baru masuk SD.

Yang tertua, putrinya juga sebentar lagi masuk SMA. Saking besarnya perhatian dan harapan akan kesuksesan anak-anaknya, nama warungnya, Fanisa Cell juga diambil dari nama anaknya.

“Anak saya yang besar di pesantren di Ponorogo jauh. Dia sebentar lagi mau masuk SMA. Biaya sekolah anak sekarang-sekarang ini lagi nikmat-nikmatnya (tinggi-tingginya),” cerita Fatimah.

Meski demikian, Fatimah dan suami tetap penuh semangat setiap harinya dalam menjalannya usaha. “Kami ini 3 wilayah di pulau jawa sudah kami jajah semua jadinya. Suami saya orang Jatim, Saya Jateng, Kami tinggal di Jabar,” canda Fatimah.

Kebutuhan Keluarga Buruh Bangunan di Kampung Tetap Terpenuhi

Para buruh bangunan di sekitar Fanisa Cell bertransaksi setor tunai

Sebagai buruh bangunan yang merantau dari Dusun Pondok Gede, Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jaja merasakan langsung pentingnya akses layanan keuangan yang mudah dijangkau.

Di tengah kesibukan bekerja dan keterbatasan waktu menggarap proyek lapangan padel, keberadaan Agen BRILink menjadi solusi yang memudahkan dirinya mengelola keuangan sekaligus mengirimkan hasil kerja kepada keluarga di kampung halaman.

Setiap pekan, terutama setelah menerima upah pada hari Jumat, Jaja tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mencari ATM atau kantor bank. Kehadiran Agen BRILink yang berada dekat dengan lingkungan tempat tinggal dan kerjanya membuat proses transfer uang menjadi lebih cepat dan praktis.

"Saya kebantu banget dengan adanya Agen BRILink. Kalau habis gajian, apalagi kami tukang yang biasanya menerima upah mingguan setiap Jumat, uangnya bisa langsung saya kirim ke keluarga di kampung. Jadi enggak perlu repot cari ATM atau bank yang lokasinya jauh," ujar Jaja.

Menurutnya, akses layanan keuangan yang dekat dan mudah dijangkau sangat penting bagi pekerja harian seperti dirinya. Kelancaran transaksi menjadi faktor utama agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi tepat waktu.

"Kami masyarakat yang membutuhkan layanan transaksi supaya arus uang tetap lancar tentu bersyukur ada layanan yang aman dan terpercaya seperti BRILink. Jadi saat ada kebutuhan kirim uang atau transaksi lainnya, bisa langsung dilakukan tanpa harus menunda," katanya.

Transaksi Tak Terbatasi Jam Operasional Kantor

Konter-konter pulsa mulai menjamur menawarkan transaksi serupa Agen BRILink

Jaja juga menilai keberadaan Agen BRILink di warung-warung sekitar permukiman memberikan manfaat besar, terutama bagi masyarakat pekerja proyek yang tidak memiliki kendaraan dan memiliki waktu terbatas. Layanan tersebut tetap bisa diakses bahkan ketika kantor bank sudah tutup.

"Adanya Agen BRILink seperti Fatima Cell di berbagai titik, termasuk yang ada di warung-warung seperti ini, sangat membantu kami. Kadang malam hari baru sempat transaksi setelah pulang kerja. Saat bank sudah tutup atau lokasinya terlalu jauh, kami masih bisa melakukan setor, transfer atau transaksi lainnya dengan mudah," tutur Jaja.

Bagi Jaja, keberadaan Agen BRILink bukan sekadar tempat bertransaksi, melainkan bagian dari infrastruktur keuangan yang membantu para pekerja informal menjaga kelancaran pengelolaan keuangan keluarga.

Di tengah aktivitas kerja yang padat, layanan yang dekat, aman, dan mudah diakses menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.