Akurat Logo

Pelatihan Wirausaha Mandiri Taspen dan BOLA Deli: Chef Remy Sedayu Bongkar Rahasia Bisnis Kuliner Cuan di Tengah Persaingan

Saeful Anwar | 18 Juni 2026, 20:45 WIB
Pelatihan Wirausaha Mandiri Taspen dan BOLA Deli: Chef Remy Sedayu Bongkar Rahasia Bisnis Kuliner Cuan di Tengah Persaingan
Gedung Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap).

AKURAT.CO Peluang bisnis kuliner di Indonesia masih terbuka lebar, namun persaingan yang kian ketat menuntut pelaku usaha untuk terus berinovasi dan adaptif terhadap dinamika pasar.

Hal tersebut mengemuka dalam Pelatihan Wirausaha Kuliner yang digelar Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) bersama BOLA Deli secara daring, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program 3 Pilar Mantap Indonesia, program unggulan Bank Mandiri Taspen yang dirancang untuk membantu masyarakat khususnya para pensiunan agar tetap sehat, aktif, dan sejahtera di masa purnabakti.

Salah satu pilar utamanya adalah mendorong kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan.

Pelatihan Wirausaha Kuliner yang digelar Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) bersama BOLA Deli secara daring, Kamis (18/6/2026).

Inovasi: Kunci Bertahan di Tengah Kompetisi

Dalam sesi pelatihan, Chef Remy Sedayu membagikan strategi membangun usaha kuliner yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya membaca tren pasar dan berani menghadirkan produk yang segar.

"Kenapa saya memilih menu ini? Karena yang pertama melihat tren pasar. Chicken Crispy Roll saat ini memang sedang hype dan banyak diminati," ungkap Chef Remy.

Selain mengikuti tren, ia memperkenalkan lumpia ongol durian sebagai contoh inovasi produk yang masih langka di pasaran.

"Lumpia ongol durian ini belum banyak di pasaran. Jadi ini ide yang fresh dan memungkinkan pelaku UMKM menciptakan sesuatu yang baru, inovatif, dan kreatif," jelasnya.

Baca Juga: Dasco Kumpulkan Bos OJK dan Direksi Baru BEI, Bahas Reformasi Tata Kelola Pasar Modal

Kualitas Rasa Tak Bisa Ditawar

Meski inovasi penting, Chef Remy menegaskan bahwa kualitas rasa tetap menjadi penentu utama keberlangsungan usaha kuliner.

"Kalau ingin bertahan di bisnis kuliner, makanan yang dijual harus enak dulu. Karena kalau sudah enak, pelanggan akan datang lagi atau repeat order," katanya.

Ia menambahkan, meski harga bahan baku terus naik, menjaga kualitas produk tetap menjadi prioritas yang tidak bisa dikompromikan.

"Tidak masalah harga naik sedikit, tapi kualitas harus tetap dijaga. Itu yang akan membuat pelanggan tetap percaya," tegasnya.

Hindari Kesalahan Mendasar: Pisahkan Keuangan Usaha dan Rumah Tangga

Chef Remy juga mengingatkan para pelaku UMKM terutama pemula agar menghindari kesalahan klasik dalam pengelolaan usaha: mencampur keuangan bisnis dengan keuangan rumah tangga.

"Kesalahan paling umum adalah uang usaha dicampur dengan uang belanja rumah. Kalau tercampur, kita tidak akan tahu sebenarnya untung atau tidak," ujarnya.

Ia menyarankan agar modal usaha, pendapatan, dan keuntungan dicatat secara terpisah sehingga arus kas bisnis tetap sehat dan terkendali.

Strategi Dua Produk: Andalan dan Musiman

Untuk menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang, Chef Remy membagikan strategi portofolio produk.

Pelaku usaha sebaiknya memiliki dua jenis produk: produk andalan yang stabil dan produk musiman yang mengikuti tren.

"Harus ada produk andalan yang jadi ciri khas usaha, lalu ada produk lain yang mengikuti tren. Jadi ketika tren berubah, kita tetap punya produk utama yang menopang bisnis," tuturnya.

Harapan untuk UMKM dan Pensiunan

Melalui pelatihan ini, Bank Mandiri Taspen bersama BOLA Deli berharap semakin banyak pelaku UMKM termasuk para pensiunan yang percaya diri untuk memulai usaha kuliner yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Program 3 Pilar Mantap Indonesia terus berkomitmen mendampingi masyarakat agar mampu meraih kemandirian ekonomi di masa purnabakti melalui berbagai pelatihan dan pendampingan wirausaha.

Baca Juga: Wajah Baru Rasuna Said dan Stasiun JIS Bakal Sambut Perayaan HUT ke-499 Jakarta

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.