Akurat Logo

Kementerian Kebudayaan Dorong Dalling-Batik Derawan Jadi Identitas Budaya Indonesia

Andi Syafriadi | 30 Juli 2026, 14:43 WIB
Kementerian Kebudayaan Dorong Dalling-Batik Derawan Jadi Identitas Budaya Indonesia
Kementerian Kebudayaan mendorong Dalling dan batik Derawan-Maratau sebagai bagian pelestarian budaya sekaligus upaya memperkuat identitas daerah. (AKURAT.CO/ANDOY)

AKURAT.CO Kementerian Kebudayaan mendorong pelestarian budaya Kepulauan Derawan dan Maratua, Kalimantan Timur, melalui pengembangan seni tradisi Dalling dan batik yang mengangkat kekayaan alam serta kehidupan masyarakat setempat.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta mengatakan pengembangan karya budaya dari kawasan tersebut tidak semata-mata bertujuan menjaga tradisi, tetapi juga mengubah kekayaan alam dan pengalaman masyarakat menjadi identitas budaya yang dapat diwariskan lintas generasi.

Pernyataan itu disampaikan Bambang dalam kegiatan peluncuran program Dalling dan batik untuk Derawan dan Maratua di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurut dia, kawasan Derawan dan Maratua tidak hanya memiliki kekayaan alam, tetapi juga masyarakat yang telah hidup berdampingan dengan laut dan membentuk kebudayaan dari pengalaman tersebut.

Baca Juga: Gairah Pembatik Muda di Pekalongan, Berdikari dari Goresan Malam

"Menurut saya kekayaan terbesar kawasan ini bukan hanya biota yang hidup di laut, tapi justru adalah manusia yang hidup berdampingan dengan laut, lalu mengubah pengalaman hidupnya menjadi budaya," kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang mencontohkan bagaimana unsur alam diterjemahkan ke dalam karya budaya masyarakat.

"Ketika ombak diterjemahkan menjadi motif, ketika penyu menjadi simbol kehidupan, ketika gerak alam diterjemahkan menjadi tarian, sebenarnya masyarakat sedang memindahkan ingatan alam menjadi ingatan budaya," ujarnya.

Oleh karena itu Bambang menilai proses tersebut penting karena keberlangsungan budaya pada akhirnya bergantung pada kemampuan masyarakat untuk terus mewariskannya.

"Dan selama budaya itu terus diwariskan, alam akan tetap hidup di dalam kesadaran manusia," katanya.

Bambang menambahkan bahwa pengembangan Dalling dan batik Derawan-Maratua menjadi bagian dari upaya membawa identitas lokal ke dalam bentuk karya yang dapat terus digunakan dan dikembangkan. Tantangan pelestarian budaya semakin besar di tengah perubahan teknologi dan globalisasi yang berlangsung cepat.

Menurut dia, perkembangan tersebut tidak boleh membuat masyarakat kehilangan jati dirinya.

"Di era globalisasi dan teknologi yang demikian cepat berubah ini, ini merubah cara kita bekerja, dan kecerdasan buatan dapat mengubah cara kita berkarya. Satu hal yang tidak boleh berubah adalah jati diri kita. Itu yang terus kita perjuangkan," katanya.

Ia menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebudayaan mempunyai ruang untuk tumbuh dan berkembang. Namun, pelestarian budaya tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri.

"Kebudayaan lahir dari masyarakat, kebudayaan tumbuh di tengah masyarakat. Kebudayaan juga diwariskan oleh masyarakat," ujar Bambang.

Karena itu, pemerintah menurut dia berperan memastikan kebudayaan dapat dilindungi, dimanfaatkan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga: Pratikno Ajak Masyarakat Lestarikan Warisan Batik Autentik di Era Digital

Bambang juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya, perajin, seniman, akademisi dan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan karya budaya Derawan dan Maratua.

Ia menyebut kolaborasi tersebut penting untuk menjaga agar budaya tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu.

"Namun, saya ingin mengajak kita melangkah lebih jauh, jangan berhenti hanya pada pelestarian. Mari kita dorong budaya menjadi sumber inovasi," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.