Viral, Mayat Alien Berjari Tiga Berusia 1.800 Tahun Dipamerkan Peneliti UFO

AKURAT.CO Jurnalis sekaligus ahli UFO, Jaime Maussan, menampilkan dua mayat yang diduga alien di hadapan Kongres Meksiko di Meksiko City.
Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (14/9/2023), acara ini diadakan dalam konteks sidang pendengaran mengenai regulasi Fenomena Udara yang Tak Teridentifikasi (UAP) atau UFO.
Maussan menyatakan mayat yang sudah mengering itu tidak berasal dari "proses evolusi yang kita kenal" dan hampir sepertiga dari DNA makhluk tersebut tidak dikenal.
Baca Juga: 9 Fakta Area 51, Markas Rahasia Yang Dikaitkan Dengan UFO Dan Alien
Ia mengklaim bahwa mayat telah berusia lebih dari 1.800 tahun dan ditemukan terkubur di suatu lokasi antara Kota Palpa dan Nazca, Peru, pada tahun 2017.
Maussan menekankan bahwa dua mayat tersebut telah diteliti oleh jurnalis investigasi, ilmuwan dan peneliti dari Universitas Nasional Otonomi Meksiko (UNAM) menggunakan metode penanggalan karbon untuk memeriksa DNA.
Mereka menemukan bahwa lebih dari 30 persen dari DNA makhluk tersebut tidak dapat diidentifikasi dan keduanya memiliki implan logam yang sangat langka.
Baca Juga: Hasil UFO Hearing Kongres Amerika, Benarkah Alien Itu Nyata?
Tim peneliti dari UNAM menyatakan bahwa melalui analisis karbon, mereka dapat menentukan bahwa mayat ini telah terkubur selama lebih dari seribu tahun dalam diatom, sejenis alga yang menghambat pertumbuhan bakteri atau jamur, sehingga menjaga keutuhan mayatnya.
Maussan dengan tegas menyatakan bahwa makhluk yang ia tunjukkan bukanlah mumi, melainkan mayat yang utuh dan tidak dimanipulasi. Ia juga mengaitkan temuannya dengan pernyataan mengejutkan yang dibuat oleh mantan intelijen Amerika Serikat yang mengklaim memiliki bukti keberadaan alien.
Maussan sebelumnya telah membuat klaim sejenis tentang penemuan alien yang kemudian terbantah, seperti kasus lima mumi yang ditemukan di Peru tahun 2017 yang kemudian terbukti sebagai mayat manusia.
Sampel DNA yang diambil dari dua mayat tersebut, khususnya dari lengan dan otak dari salah satunya, ternyata adalah 100 persen manusia, menurut laporan dari DNA Paleo di Universitas Lakehead, Kanada.
Namun, Organisasi Studi Mumi dari Kongres Dunia Peru telah mengeluarkan pernyataan mengecam mayat ini sebagai hoaks yang dibuat dari sisa-sisa jenazah manusia. Mereka pun mendesak penyelidikan resmi untuk mengungkap apakah telah terjadi pelanggaran arkeologi dalam hal ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




