Akurat
Pemprov Sumsel

Viral, Mayat Alien Berjari Tiga Berusia 1.800 Tahun Dipamerkan Peneliti UFO

| 14 September 2023, 10:13 WIB
Viral, Mayat Alien Berjari Tiga Berusia 1.800 Tahun Dipamerkan Peneliti UFO

AKURAT.CO Jurnalis sekaligus ahli UFO, Jaime Maussan, menampilkan dua mayat yang diduga alien di hadapan Kongres Meksiko di Meksiko City.

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (14/9/2023), acara ini diadakan dalam konteks sidang pendengaran mengenai regulasi Fenomena Udara yang Tak Teridentifikasi (UAP) atau UFO.

Maussan menyatakan mayat yang sudah mengering itu tidak berasal dari "proses evolusi yang kita kenal" dan hampir sepertiga dari DNA makhluk tersebut tidak dikenal.

Baca Juga: 9 Fakta Area 51, Markas Rahasia Yang Dikaitkan Dengan UFO Dan Alien

Ia mengklaim bahwa mayat telah berusia lebih dari 1.800 tahun dan ditemukan terkubur di suatu lokasi antara Kota Palpa dan Nazca, Peru, pada tahun 2017.

Maussan menekankan bahwa dua mayat tersebut telah diteliti oleh jurnalis investigasi, ilmuwan dan peneliti dari Universitas Nasional Otonomi Meksiko (UNAM) menggunakan metode penanggalan karbon untuk memeriksa DNA.

Mereka menemukan bahwa lebih dari 30 persen dari DNA makhluk tersebut tidak dapat diidentifikasi dan keduanya memiliki implan logam yang sangat langka.

Baca Juga: Hasil UFO Hearing Kongres Amerika, Benarkah Alien Itu Nyata?

Tim peneliti dari UNAM menyatakan bahwa melalui analisis karbon, mereka dapat menentukan bahwa mayat ini telah terkubur selama lebih dari seribu tahun dalam diatom, sejenis alga yang menghambat pertumbuhan bakteri atau jamur, sehingga menjaga keutuhan mayatnya.

Maussan dengan tegas menyatakan bahwa makhluk yang ia tunjukkan bukanlah mumi, melainkan mayat yang utuh dan tidak dimanipulasi. Ia juga mengaitkan temuannya dengan pernyataan mengejutkan yang dibuat oleh mantan intelijen Amerika Serikat yang mengklaim memiliki bukti keberadaan alien.

Maussan sebelumnya telah membuat klaim sejenis tentang penemuan alien yang kemudian terbantah, seperti kasus lima mumi yang ditemukan di Peru tahun 2017 yang kemudian terbukti sebagai mayat manusia.

Sampel DNA yang diambil dari dua mayat tersebut, khususnya dari lengan dan otak dari salah satunya, ternyata adalah 100 persen manusia, menurut laporan dari DNA Paleo di Universitas Lakehead, Kanada.

Namun, Organisasi Studi Mumi dari Kongres Dunia Peru telah mengeluarkan pernyataan mengecam mayat ini sebagai hoaks yang dibuat dari sisa-sisa jenazah manusia. Mereka pun mendesak penyelidikan resmi untuk mengungkap apakah telah terjadi pelanggaran arkeologi dalam hal ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Editor
Wahyu SK