Akurat
Pemprov Sumsel

Sejarah Koes Plus Sang Legendaris, Grup Band Musik Tertua Indonesia Yang Pernah Masuk Penjara

Iim Halimatus Sadiyah | 1 November 2023, 15:14 WIB
Sejarah Koes Plus Sang Legendaris, Grup Band Musik Tertua Indonesia Yang Pernah Masuk Penjara

AKURAT.CO Koes Plus merupakan grup musik legendaris di Indonesia yang lagu-lagunya masih dikenal hingga sekarang dan sulit untuk dilupakan.

Salah satu lagu Koes Plus yang masih terngiang-ngiang adalah Kolam Susu dan Diana, karena lagu tersebut mengingatkan kita pada masa anak-anak.

Kakak-beradik keluarga Koeswoyo adalah anggota grup musik Koes Plus asal Tuban, yang namanya namanya diabadikan sebagai grup musik dengan lagu terbanyak di Museum Rekor Indonesia (Muri).

Mengutip berbagai sumber, Rabu (1/11/2023), berikut ini sejarah lengkap dari Koes Plus, grub band musik Indonesia yang sangat legendaris.

Sejarah Koes Plus

Tonny Koeswoyo merupakan sosok penggerak roda Koes Bersaudara, diawali dengan karier musiknya di tahun 1962 dan membawakan lagu-lagu barat bersama Koes Bersaudara.

Tonny mulai membuat lagu sendiri dalam bahasa Indonesia di tengah banyaknya grup musik barat. 

Baca Juga: Rico Murry Persiapkan Konser 50 Tahun Koes Plus

Dua lagu yang dia buat adalah Weni dan Terpesona. Djon sebagai kakaknya, ditugaskan untuk merekam, kemudian dikirim ke PT Irama Records.

Rekaman pertama dibuat dengan nama Koes Bersaudara. Anggota grub band tersebut terdiri dari Djon Koeswoyo (Bass), Tonny Koeswoyo (Melodi Guitar), Yon Koeswoyo (Vokalis), Yok Koeswoyo (Vokalis, Rhythm Guitar), dan Nomo Koeswoyo (Drum).

Setelah album pertama mereka dirilis tahun 1963, John memutuskan untuk meninggalkan Koes Bersaudara dan meninggalkan empat anggota anggota lainnya, yakni Tonny, Yon, Yok, dan Nomo. 

Koes Bersaudara juga telah mengalami pahit dan manisnya industri musik, termasuk sempat merasakan suasana penjara.

Koes Bersaudara ditangkap karena menyanyikan lagu-lagu barat yang saat itu dilarang Presiden Soekarno. 

Baca Juga: Sebagai Penghormatan Terakhir, Ipet Krosboi Nyanyikan Lagu Koes Plus

Pada 29 Juni 1965, kepolisian juga melarang lagu-lagu Koes Bersaudara di industri Tanah Air karena disebut dalam pidato Presiden Soekarno, bahwa mereka dianggap lebih mencintai produk barat.

Selama di penjara, mereka berusaha membuat musik yang berani seperti Di Dalam Bui, Jadikan Aku Dombamu, To The So Called The Guilties, dan Balada Kamar 15.

Pada 29 September 1965, mereka akhirnya dibebaskan dan keadaan kembali seperti semula dan koes bersaudara sering mengisi beberapa panggung hiburan. 

Setelah itu, Koes Bersaudara juga sempat vakum sementara karena sebagian anggotanya mulai sibuk dengan pekerjaan baru di luar dunia musik. 

Saat kekosongan itulah yang membuat nama grup musik Koes Plus muncul dan berkembang menjadi grup musik yang sukses. 

Ditambah dengan Yok dan Nomo yang memilih keluar dari Koes Bersaudara, maka jejak Koes Plus semakin kuat daya tariknya.

Pada awal berdiri Koes Plus, terdiri dari Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, dan dua orang lainnya yang tidak termasuk dalam keluarga Koeswoyo, yakni Murry dan Totok AR. 

Baca Juga: Lagu-lagu Koes Plus Akan Didengar Sepanjang Masa

Tidak lama kemudian, Yok Koeswoyo masuk kembali dalam grup dan menghasilkan formasi paling tahan lama hingga bisa terkenal dengan Tonny sebagai kibor dan gitar melodi.

Sejak tahun 1960, Koes Bersaudara sudah berhasil menghasilkan 203 lagu dalam 17 album, termasuk album favoritnya yaitu ‘Another Song for You’ yang berisi 12 lagu berbahasa Inggris dan menjadi salah satu pencapaian terbesar Koes Plus.

Sebaliknya, periode Koes Plus terdiri dari 750 lagu yang dikumpulkan dalam 72 album. Pada tahun 1992, mereka diberi penghargaan Legend BASF oleh masyarakat atas kontribusi mereka untuk mengembangkan industri musik di negara mereka.

Di akhir tahun 70-an, tren musik mulai didominasi oleh pop kreatif, jazz, dan lain-lain. Akhirnya nama Koes Plus semakin meredup, namun keadaan tersebut tidak membuat Koes Plus berhenti berkarya.

Tak heran, Koes Plus hingga saat ini dianggap sebagai grup musik legendaris dan tertua di Indonesia yang sangat berpengaruh besar dalam kemajuan dunia musik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.