Profil Irwandi Yusuf, Eks Gubernur Aceh Resmi Cerai dengan Steffy Burase karena Sulit Dapat Buku Nikah Terhalang Restu Istri Pertama

AKURAT.CO- Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf resmi mengakhiri pernikahannya dengan Steffy Burase melalui pengumuman di akun Instagram milik mantan model tersebut.
Pasangan ini telah menjalani ikatan pernikahan selama enam tahun, namun mereka memilih untuk berpisah dengan cara yang baik-baik karena selama periode tersebut, mereka tidak memiliki buku nikah.
Steffy Burase menjadi istri kedua bagi Irwandi Yusuf yang sebelumnya memiliki istri bernama Darwati A. Gani.
"Teman-teman semuanya, teman-teman netizen yang kami hormati, khususnya untuk masyarakat Aceh. Seperti yang kalian ketahui dari kemarin saya selalu berteriak tentang buku nikah. Ternyata untuk mengurus buku nikah itu tidak semudah, jika tanpa izin istri pertama. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk melanjutkan kehidupan masing-masing" tulis Steffy Burase di akun Instagram @steffyburase.
Profil Irwandi Yusuf
Irwandi Yusuf lahir di Aceh pada tanggal 2 Agustus 1960.
Irwandi telah tertarik pada ilmu pertanian sejak masa muda. Setelah menyelesaikan sekolah diniyah (SD), ia melanjutkan ke Sekolah Penyuluhan Pertanian di Saree.
Irwandi kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh setelah tamat.
Dua tahun setelah lulus, ia menjadi dosen di universitas tersebut hingga tahun 2006.
Pada tahun 2003, Irwandi memperoleh beasiswa untuk mengejar gelar S2 di College of Veterinary Medicine State University di Oregon, Amerika Serikat.
Sebelum menjabat sebagai Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf adalah salah satu tokoh utama dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Sebagai salah satu perintis berdirinya lembaga swadaya Flora dan Fauna Internasional dan memiliki pengalaman bekerja di Palang Merah Internasional, Irwandi bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 1998.
Ia dipercaya untuk menduduki posisi Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM hingga tahun 2001.
Dampak dari keterlibatannya dalam GAM membuat Irwandi terlibat dengan pihak keamanan, dan pada tahun 2003, ia ditangkap dan divonis 9 tahun dalam kasus makar.
Kejadian tragis tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 memungkinkan Irwandi untuk melarikan diri dari penjara Keudah, Banda Aceh. Ia kemudian melarikan diri ke Finlandia.
Banyak orang mengira bahwa Irwandi menjadi salah satu korban tsunami, tetapi sebenarnya, ia dipercayai oleh petinggi GAM di Swedia sebagai Koordinator Juru Runding GAM.
Pada rapat pertama di Aceh Monitoring Mission, Irwandi muncul sebagai koordinator Juru Runding GAM di Aceh.
Setelah berakhirnya keterlibatannya sebagai aktivis GAM, Irwandi Yusuf mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Aceh dan berhasil terpilih untuk menjabat dalam periode 2007-2012.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






