Viral Kronologi Anak TK di Pekanbaru Dilecehkan Sesama Temannya, Pihak Sekolah Diduga Pilih Lepas Tangan!

AKURAT.CO Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan kasus kekerasan seksual anak TK yang baru berusia 5 tahun di Pekanbaru, dan pelaku diduga adalah temannya sendiri.
Salah satu akun media sosial X @adawiyahriwan, menjelaskan ulang kasus yang sedang viral di Pekanbaru mengenai kekerasan seksual anak TK laki-laki yang belum mendapatkan penanganan khusus.
Dikutip dari unggahan Adawiyah Riwan @adawiyahriwan, Rabu (17/1/2024), cerita anak TK yang mengalami kekerasan seksual tersebut langsung viral dan mendapat banyak respons dari warganet karena merasa miris bahwa korban dan pelaku adalah anak laki-laki berusia 5 tahun.
Baca Juga: Viral, Caleg di Bondowoso Erfin Dewi Sudanto Rela Jual Ginjal untuk Modal Kampanye
Kronologi Kekerasan Seksual Anak TK di Pekanbaru
Adawiyah Riwan menyebut bahwa ibu korban adalah temannya sendiri, sehingga dia ingin membantu kasus tersebut agar viral untuk dapat keadilan.
Dia juga menyebut bahwa korban dan pelaku adalah anak TK yang sama-sama berjenis kelamin laki-laki juga.
“Pelaku adalah anak TK laki-laki, korbannya juga anak TK sekelasnya laki–laki juga,” tulisnya.
Mengetahui kejadian kekerasan seksual tersebut, Adawiyah Riwan mengatakan bahwa pihak sekolah menganggap masalah biasa dan memberi ancaman kepada ibu korban.
“Pihak sekolah menganggap ini hanya main-main biasa, sempat ancam mau laporin balik pencemaran nama baik ke ibu korban,” tambahnya menjelaskan.
Baca Juga: Dinonaktifkan Terkait Dugaan Kekerasan Seksual, Simak Bantahan Ketua BEM UI Melki Sedek Huang
Berdasarkan unggahan Adawiyah Riwan, ternyata korban sudah mengalami pelecehan seksual berulang kali sehingga sifatnya berubah ketika berada di rumah.
Perubahan sifat korban disadari oleh ibunya, ketika melihat korban jadi suka menggesekkan alat kelaminnya sendiri ke ibunya dan berpose menungging.
Melihat kejanggalan tersebut, barulah korban bercerita kepada ibunya bahwa dia sering melakukan hal tersebut karena diajak oleh temannya sendiri dan sesama laki-laki juga.
Mendengar hal tersebut, tentu saja orang tua korban terkejut karena tindakan yang dilakukan oleh teman korban merupakan kekerasan seksual.
Orang tua korban sudah mencoba berbagai cara untuk menghubungi pihak sekolah dan meminta bantuan agar dapat tindakan.
Bahkan, korban sudah melakukan tes ke psikolog di rumah sakit setempat dan hasilnya valid dengan cerita yang sama.
Menurut hasil dari psikolog, korban mengalami kejadian kekerasan seksual yang dilakukan sebanyak 4 kali dengan berbagai cara.
Mulai dari alat kelamin korban yang dipegang oleh temannya tersebut, dan korban disuruh membuka celana hingga berpose menungging.
Setelah korban membuka celana, barulah si pelaku memasukkan sesuatu ke dubur korban beberapa kali.
Hal tersebut ternyata juga sudah diakui pelaku ketika ditanyai oleh ibu korban, dan menyebut tindakannya dilakukan karena melihat video pornorgrafi yang ada di handphone ayahnya.
Namun sayangnya, orang tua korban belum mendapat keadilan dari pihak sekolah yang justru menganggap kejadian tersebut hanya main-main anak kecil saja.
Pihak sekolah juga menjawab bahwa masalah kekerasan seksual anak TK tersebut tidak perlu diusut tuntas, karena anak pelaku diketahui sudah pindah sekolah.
Sementara untuk orang tua pelaku, hingga saat ini masih belum minta maaf dan tidak mengaku bahwa kejadian tersebut adalah perbuatan anaknya sendiri.
Itulah ringkasan dari Adawiyah Riwan mengenai kronologi kekerasan seksual anak TK yang baru berusia 5 tahun di Pekanbaru, dan viral di media sosial untuk mendapat keadilan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









