Akurat
Pemprov Sumsel

Tercatat Sudah 5 Ekor Harimau Tumbang di Medan Zoo, Bobby Nasution: Masa Harimau Gak Boleh Mati?

Rahmat Ghafur | 15 Februari 2024, 23:57 WIB
Tercatat Sudah 5 Ekor Harimau Tumbang di Medan Zoo, Bobby Nasution: Masa Harimau Gak Boleh Mati?



AKURAT.CO Boby Nasution menjadi sorotan di sejumlah media sosial. Hal ini karena kematian Harimau Sumatera di Medan Zoo yang terjadi pada Selasa (13/2/2024) lalu.

Kabar kematian harimau Sumatera bernama Bintang Sorik itu menjadi perbincangan yang cukup hangat karena tercatat sudah 5 ekor harimau yang tumbang di Medan Zoo tersebut.

Baca Juga: Nasib Medan Zoo

Tentunya, netizen mulai mempertanyakan kematian harimau Sumatera kepada menantu Presiden Joko Widodo, karena masalah ini tidak bisa dianggap sepele lagi.

Namun, respons dari Bobby Nasution malah mengecewakan netizen karena dianggapnya tidak peduli terhadap kesejahteraan harimau yang berada di lokasi tersebut.

"Saya bukan tidak mau disalahkan. Tapi, jangan juga kita merasa benar. Kita harus cari tahu apa yang sebenarnya. Dari segala aspek mau itu manajemen dan hal lainnya harus dicari tahu," ucap Bobby kepada wartawan.

Selain itu, Boby juga memberikan pertanyaan kepada netizen tentang kematian harimau tersebut. Ia juga menyinggung tentang kebenaran yang terjadi di Medan Zoo tersebut.

"Masa harimau gak boleh mati? Kita harus mengedukasi masyarakat. Jangan merasa benar dan menyalahkan orang," sambungnya.

Bobby berpendapat bahwa satu-satunya tantangan yang dihadapi oleh Medan Zoo saat ini adalah kurangnya satwa yang memiliki keturunan.

Menurutnya, solusi untuk masalah di kebun binatang ini harus bersifat menyeluruh dan tranparansi kepada masyarakat. Sehingga dirinya memulai memperbaiki akses untuk menuju ke Medan Zoo.

"Kita mau datangkan investor, tapi kita lihat juga jauhnya tempat menuju Medan Zoo. Makanya, akses jalannya kita perbaiki dulu. Bahkan saat ini kita sudah lakukan pelebaran jalan di sekitaran jalan itu," kata dia. Bobby mengatakan enggan memperbaiki Medan Zoo sebelum akses jalan menuju tempat wisata itu diperbaiki.

Sebagai informasi, keadaan Medan Zoo memang menarik perhatian netizen karena terlihat tidak terawat dengan baik dan juga sangat memprihatinkan. Bahkan, sejumlah fasilitas di dalamnya sudah mengalami kerusakan dan memerlukan perbaikan segera agar tidak semakin parah.

Harap dicatat, harimau pertama yang meninggal di Medan Zoo adalah Harimau Sumatera bernama Erha pada November 2023. Kemudian, disusul oleh Janis harimau benggala bernama Avatar pada awal Desember 2023.

Setelah itu, Harimau Sumatera bernama Nurhalizah meninggal pada 31 Desember 2023, dan yang kelima, Harimau benggala bernama Wesa meninggal pada 22 Januari 2024.

Sehingga, total kematian harimau di Medan Zoo mencapai lima ekor dalam periode tiga bulan.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, berpendapat bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh faktor usia satwa yang sudah lanjut. Bobby mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan Ketua Persatuan Kebun Binatang se-Indonesia, Rahmat Shah.

Dalam pertemuan tersebut, ia menyatakan bahwa satu dari berbagai penyebab kematian satwa adalah faktor usia. Oleh karena itu, Bobby menegaskan bahwa ia tidak berniat menyalahkan pihak tertentu dalam kasus kematian lima harimau di Medan Zoo selama tiga bulan terakhir.

Reaksi Netizen

Netizen memberikan berbagai reaksi terhadap pernyataan yang disampaikan oleh Bobby Nasution terkait kematian harimau tersebut. Banyak dari mereka yang kurang setuju terhadap pernyataan yang ditunjukkan oleh menantu Jokowi tersebut.

"Orang Bijak, Mencegah,Ya klo mati semua jg jg bisa mati. Tp klo sudah tau terulang dan mati ente kerja nya apa? tutur akun @agys***.

"Mati karna usia wajar....tapi mati karna di sia2 kan kasihan dan berdosa.apalagi harimau termasuk hewan langka jgn smpai anak cucu hanya melihat di gambar," komentar akun @suh***.

"5 ekor dalam waktu berdekatan nggak wajar lah brooooi.. sedih dgn cara berpikir pemimpin seperti ini ," tulis akun @Ibj***.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D