Akurat
Pemprov Sumsel

Bikin Malu! Netizen Indonesia Penuhi Kolom Komentar Akun Federasi Guinea dengan Hujatan hingga Ujaran Rasis

Iim Halimatus Sadiyah | 10 Mei 2024, 15:50 WIB
Bikin Malu! Netizen Indonesia Penuhi Kolom Komentar Akun Federasi Guinea dengan Hujatan hingga Ujaran Rasis

AKURAT.CO Kekalahan Timnas Indonesia U-23 melawan Guinea, tentu saja mengundang rasa kecewa pendukungnya, namun bukan berarti harus membenci lawan.

Kali ini, sikap netizen Indonesia kembali bikin malu karena memenuhi kolom komentar media sosial federasi Guinea dengan hujatan ataupun ujaran rasis.

Dalam kolom komentar akun Instagram @feguifootofficiel, yang dimiliki oleh federasi sepak bola Guinea, terdapat banyak komentar negatif dan bahkan rasis dari netizen Indonesia.

Kolom komentar tersebut dipenuhi emoticon berbentuk monyet, atau warna hitam yang merujuk rasisme terhadap ras kulit hitam, dan ditujukan kepada para pemain Guinea.

Baca Juga: VIRAL Kronologi Penghentian Ibadah Umat Kristen di Gresik, Sudah Berjalan 10 Tahun Digrebek oleh Pasutri

Dikutip dari akun yang sering memberitakan tentang sepak bola Guinea, @Joueurs_gn, Jumat (10/5/2024), memperingati tindakan netizen Indonesia tersebut. 

Akun tersebut menyatakan bahwa pendukung Indonesia seharusnya tidak membuat komentar bernada rasis ini, karena menyebabkan situasi yang tidak kondusif di media sosial.

“Menghadapi banjir besar hinaan rasis dan emoji monyet dari fans Indonesia, JGN terpaksa menonaktifkan komentar di halaman Instagram-nya. Rasisme mengambil lebih banyak ruang dalam sepak bola, yang merupakan olahraga yang seharusnya menyatukan kita, kita tidak akan berhenti melawannya! TIDAK PADA RASISME!” tulis akun tersebut.

Melihat hal tersebut, beberapa akun pendukung sepak bola Indonesia, turut meminta maaf kepada Guinea karena sikap netizen Indonesia yang sudah kelewatan dan bersikap rasis.

Baca Juga: Diduga Lecehkan Vinicius JR, Osasuna Sangkal Adanya Nyanyian Rasis Saat Menjamu Real Madrid

Sudah jelas hal ini adalah sesuatu yang memalukan bagi Indonesia, karena setelah kalah, kini netizen Indonesia dicap rasis. Padahal, masyarakat Indonesia lebih dikenal cukup ramah terhadap orang asing. 

Ujaran kebencian ini bukan pertama kalinya untuk netizen Indonesia di internet, terutama ketika tim nasional Indonesia kalah. 

Tidak jarang, hal ini juga menyasar para pemain timnas Indonesia sendiri saat mereka gagal, seperti yang terjadi pada Marselino Ferdinan beberapa waktu lalu.

Beberapa warganet juga setuju dan menanggapi sikap netizen yang keterlaluan dan buat malu Indonesia.

“Jangankan luar negeri, se-negara aja saling hujat kalau beda pendapat,” tulis @itsmejunxxx. 

“Mungkin ini lah alasan kenapa Tuhan belum ngasih juara untuk Timnas Indonesia…” balas @rahmanrafxxx. 

“Meresahkan… Bikin malu,” tulis @rockmanticxxxxx. 

“Dari dulu emang udah memalukan, jumlahnya cukup banyak. Noh di kolom IG lpswick atau pemain abroard lain pada cringe,” balas @ramadhan_sebaxxxxxx. 

Komentar yang bernada rasis dan menghina pasti tidak dibenarkan. Apalagi laga sepak bola yang cukup besar ini memiliki tujuan untuk menyatukan orang dari seluruh dunia tanpa mengira ras, etnis, agama, atau budaya mereka. 

Tentu saja hal ini menjadi bahan ajar untuk netizen Indonesia, agar bisa lebih bijak dalam menulis komentar di media sosial, bukan hanya menjadi sarana untuk memecah belah orang-orang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.