Pemain Lokal Serukan Tagar ‘Ini Sepak Bola Indonesia?’ di Media Sosial, Ternyata Ini Maksudnya!

AKURAT.CO Media sosial tengah diramaikan dengan tagar #IniSepakBolaIndonesia? yang disertai gambar tanda tanya berlatar hitam.
Unggahan ini dibagikan oleh sejumlah pemain lokal Indonesia pada Jumat (7/6/2024).
Baca Juga: Tampil di Bahrain jadi Pemanasan Timnas Bola Voli Putra U-20 Jelang Kejuaraan Asia di Surabaya
Tagar #IniSepakBolaIndonesia? ini dimaksudkan sebagai protes terhadap PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait aturan kuota 8 pemain asing untuk klub yang berlaga di Liga 1 musim 2024-2025.
Seperti diketahui, regulasi kuota pemain asing sebelumnya hanya 6 orang saja, namun baru-baru ini ditambahkan menjadi 8 orang pemain asing.
Keputusan penambahan kuota ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Ferry Paulus.
Oleh karena itu, sejumlah pemain lokal langsung membuat tagar #IniSepakBolaIndonesia? sebagai bentuk kekecewaan terhadap keputusan yang diambil oleh PT Liga Indonesia Baru.
Pasalnya, penambahan kuota tersebut dianggap dapat mempersempit peluang bagi pemain sepak bola lokal Indonesia untuk bersaing dalam kompetisi nasional.
Sementara itu, para pemain lokal yang telah mengunggah tagar #IniSepakBolaIndonesia? adalah Rezaldi Hehanussa (Persib Bandung), Febri Hariyadi (Persib Bandung), Ramdani Lestaluhu (Bali United), hingga Alfeandra Dewangga (PSIS Semarang).
Tentu saja, unggahan sejumlah pemain lokal langsung mendapat sorotan dari netizen di media sosial. Mereka pun menduga-duga bahwa ini memang benar karena ketidaksetujuan terhadap perubahan regulasi pemain asing di Liga Indonesia.
Di sisi lain, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong juga memberikan pendapat terkait permasalahan yang sedang ramai di media sosial ini.
Menurutnya, perubahan regulasi dapat dicegah jika pemain lokal muda mendapatkan pembinaan dan perhatian yang ekstra. Dengan demikian, pemain lokal Indonesia tidak kalah saing dengan pemain-pemain asing.
"Untuk pemain asing yang menjadi delapan di Liga 1 nanti, itu memang sudah tren dari AFC, memang (aturannya) seperti itu dan di Asia juga seperti itu," tutur Shin Tae-yong, dikutip pada Jumat (7/6/2024).
"Jadi mau tidak mau memang kita harus terima regulasi itu. (Tapi) hal yang penting pembinaan usia dini, itu yang paling penting dan harus diperkuat agar pemain lokal tak kalah saing dengan pemain asing," sambungnya.
Baca Juga: Erick Thohir Ingin Liga 1 Indonesia Jadi yang Terbaik di Asia Tenggara, 15 Besar di Asia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






