Sejarah dan Asal Usul Nama Pati yang Viral Kasus Pengeroyokan Bos Rental Mobil hingga Disebut Sarang Binatang Buas

AKURAT.CO Viralnya kasus bos rental mobil yang tewas di Kecamatan Sukolilo, Pati, ternyata membuat penasaran warganet dari asal usul nama Pati hingga bisa ditakuti oleh banyak orang.
Pasalnya, asal usul nama Pati tersebut dikenal unik dan menjadi sejarah yang menarik untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia.
Pati saat ini memang menjadi wilayah yang diwaspadai karena diduga banyak komplotan pencuri yang melakukan penggelapan mobil rental, sehingga sejarah Pati menjadi sorotan.
Bahkan, akun Instagram @lowslowmotif, membagikan unggahan sebuah peta yang dinamai sebagai 'Sarang Binatang Buas'.
Baca Juga: Cerita Ketum BRN Kerap Was-was Ambil Mobil Rental di Pati: Lapor Polisi Dulu Baru Bisa Nebus
Titik daerah dengan nama tersebut, diduga sebagai Kabupaten Pati, namun sepertinya ada yang jail untuk mengubah nama Pati di peta karena kasus bos rental mobil sebelumnya diserang oleh warga desa.
"Di Google Maps namanya udah berubah. Ada yang tahu ini dimana?" tanya akun tersebut kepada netizen.
"Ada kebun binatang baru di Pati" jawab salah satu netizen, yang mengetahui titik maps tersebut ada di Pati.
Mengutip berbagai sumber, Rabu (12/6/2024), berikut ini asal usul dan sejarah Pati yang unik dan menarik untuk diketahui.
Asal Usul Pati
Baca Juga: Polisi Tetapkan Satu Tersangka Baru Kasus Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Pati
Sumber tentang sejarah Pati ditulis oleh Sosrosumanto dan Dibyosudiro dalam aksara Jawa pada tahun 1925, Babad Pati diterbitkan oleh NV. Mardimulya (Jogja).
Babad Pati sendiri menceritakan sejarah Pati, sejak bernama Pesantenan pada abad ke-13 atau sekitar 1292, hingga perang tanding antara Adipati Jayakusuma dan Panembahan Senopati pada tahun 1600.
Awalnya, Pati adalah sebuah wilayah yang terdiri dari beberapa daerah kecil yang berdiri sendiri, di antaranya ada dua kadipaten yang dianggap paling penting dan mendominasi di Pati.
Pertama ada Paranggaruda, dipimpin oleh Yujopati, dan negeri Carangsoka, dipimpin oleh Puspa Handungjaya.
Sementara ada wilayah lainnya, yaitu Kemaguhan (dipimpin Yuyu Rumpung), Matesih (dipimpin Singabangsa), Jambangan (dipimpin Kudasuwengi), Majasem (dipimpin Sukmoyono), dan Bantengan (dipimpin Kembang Joyo).
Dalam Babad Pati, disebutkan bahwa Kembang Joyo, pemimpin Bantengan, membentuk kadipaten Pesantenan dan menyatukan wilayah-wilayah tersebut menjadi satu entitas politik yang kuat.
Kembang Joyo yang mendapat julukan Ki Ageng Kemiri memilih tinggal di Desa Kemiri, kemudian berusaha memperluas wilayahnya dengan menundukkan wilayah lain.
Saat Kembang Joyo membuat Hutan Kemiri menjadi perkampungan, datang seorang penjual dawet bernama Ki Sagola.
Ki Sagola tersebut terkesan dengan minuman dawet yang segar dan manis dari gentong yang dia pikul, sehingga Kembang Joyo menanyakan bahan dasarnya.
Ki Sagola kemudian berbicara tentang minuman dawet, yang dibuat dari pati aren dan dicampur dengan santan kelapa dan gula aren.
Kembang Joyo yang menyukai minuman tersebut, akhirnya terinspirasi dan menamai hutan wilayahnya menjadi Kadipaten Pati-Pesantenan.
Nama Pati tersebut yang menjadi awal dari adanya Kabupaten Pati, yang didirikan oleh Kembang Joyo.
Itulah asal usul dan sejarah lengkap dari Kabupaten Pati, hingga kini dianggap sebagai rawan kejahatan oleh masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









