Mengenal Sosok Cherry Lai, Istri CEO Brandoville Studios yang Diduga Lakukan Penganiayaan terhadap Karyawan!

AKURAT.CO Belakangan ini, nama Cherry Lai menjadi topik hangat di media sosial karena dikenal sebagai istri CEO Brandoville Studios yang diduga melakukan penganiayaan terhadap karyawannya.
Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Cherry Lai, yaitu berupa diskriminasi hingga kekerasan fisik sehingga pantas mendapatkan perhatian warganet agar masalah segera selesai.
Sosok Cherry Lai tersebut mulai dicari tahu profilnya karena diduga telah melakukan kekerasan terhadap beberapa karyawan hingga mereka mengalami cedera fisik dan mental.
Mengutip berbagai sumber, Jumat (13/9/2024), ternyata sosok Cherry Lai yang viral di media sosial adalah seorang co-owner Brandoville Studios.
Baca Juga: Profil Celine Evangelista, Sindir Mantan Suaminya Stefan William dan Ria Andrews Soal Nikah Siri!
Brandoville Studios merupakan sebuah studio bergerak dalam industri game, dan telah berdiri selama lebih dari lima tahun.
Namun beberapa waktu lalu sebelum kasus ini viral, pada bulan Agustus 2024, Brandoville Studios diketahui akan tutup.
Tidak mengherankan jiks Cherry Lai memiliki kekuasaan atas Brandoville Studios, karena dia adalah istri dari CEO Brandoville Studios, Ken Lai.
Buksn hanya Cherry Lai, namun keduanya terlibat dalam dugaan pelecehan yang mengakibatkan cedera fisik dan mental bagi karyawannya.
Baca Juga: Profil Sintya Marisca, Selebgram yang Dikabarkan Dekat dengan Abidzar Al Ghifari
Cherry Lai sendiri memang tidak terlalu aktif di media sosial, sehingga tidak banyak yang diketahui tentang Cherry Lai di media sosial.
Akun X @TheLazyMonday, juga mengumumkan bahwa para korban telah mengumpulkan bukti untuk kasus kekerasan yang dilakukan Cherry Lai dan dia mengecam keras pelanggaran hak-hak pekerja.
"Kami mengecam keras segala bentuk kekerasan dan pelanggaran terhadap hak-hak pekerja yang terjadi di Brandoville Studios. Kami mendesak pihak yang bertanggung jawab untuk memberikan klarifikasi dan mempertanggungjawabkan tindakan yang mereka lakukan," tulis perwakilan The Lazy Monday dalam pernyataan resminya.
Berdasarkan cuitan @intinyadeh, telah merangkum kembali unggahan tentang kasus kekerasan Cherry Lai terhadap mantan karyawannya, Christa.
Christa yang diduga sebagai korban mengaku baru berani berbicara setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dari atasannya di Brandoville Studios.
“Bertahun alami mental dan physical abuse, pemerasan, basically perbudakan. Disuruh nampar diri sendiri 100x, divideoin, sbg hukuman. Dipaksa gak tidur,” tulis akun tersebut.
Selain dugaan melakukan manipulasi mental dan kekerasan fisik, ternyata Cherry Lai juga diduga telah memaksa pekerjanya untuk menyakiti diri sendiri dan membuat video sebagai hukuman.
“Disuruh tampar diri sendiri 100x. Disuruh pukul muka sendiri yg kenceng sampe kacamata lepas berkali-kali. Disuruh jedotin kepala ke meja. Dipukul. Kepala dijedotin ke tembok. Dipaksa kerja, gaboleh istirahat, berbulan2 tidur cuma 1 jam. Klo sakit dibilang drama,” jelasnya.
Menurut keterangan para korban, ternyata bukan hanya Christa, namun sudah ada banyak korban yang mengalami kekerasan dari Cherry Lai.
Meskipun sudah viral dan dikecam masyarakat, namun pasangan itu tidak memberi klarifikasi.
Menurut Ryan Adriandhy, komika dan animator, menyebut mereka melarikan diri ke luar negeri, menyebabkan kasus Brandoville Studios yang dikirim ke polisi beberapa kali terhambat.
Itulah penjelasan lengkap tentang sosok Cherry Lai yang membuat penasaran banyak orang, sejak muncul sejumlah bukti kekerasan yang dilakukan terhadap karyawan Brandoville Studios.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









